CIBINONG, Bogor | detikNews – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan pentingnya peran aparatur pemerintah sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi publik yang kuat di era digital. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Talkshow 3 Pilar di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Rabu (6/5/2026), yang mengangkat tema komunikasi publik di tengah derasnya arus misinformasi.
Dalam forum tersebut, Rudy menyoroti bahwa tantangan komunikasi pemerintah saat ini semakin kompleks. Menurutnya, kinerja pemerintah yang telah berjalan baik kerap tidak tersampaikan secara utuh kepada masyarakat, terutama di tengah dominasi media sosial.
“Kita merasa sudah bekerja dengan baik, tetapi ketika dilihat di media sosial, seakan-akan kita belum berbuat apa-apa. Ini menjadi tantangan bagi kita semua,” ujar Rudy.
Ia menegaskan, setiap aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab ganda, tidak hanya sebagai pelayan publik tetapi juga sebagai penyampai informasi yang akurat kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesamaan narasi dan langkah komunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kita ini bukan hanya pelayan masyarakat, tetapi juga juru bicara pemerintah. Apa yang kita lakukan harus mampu kita komunikasikan dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy mengingatkan bahwa media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Ia menilai, ketika narasi negatif sudah terbentuk, klarifikasi dari pemerintah seringkali sulit diterima.
“Saat narasi sudah terbentuk, apa pun yang kita sampaikan bisa dianggap salah. Maka kita harus hadir dengan komunikasi yang jelas, fakta yang kuat, dan pendekatan yang menyejukkan,” jelasnya.
Bupati Bogor juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami berdiri bersama masyarakat. Tidak mungkin pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Karena itu, sinergi dan komunikasi yang baik harus terus kita jaga,” ungkap Rudy.
Ia juga mengajak seluruh aparatur dan masyarakat untuk kembali menguatkan nilai gotong royong sebagai fondasi menghadapi tantangan era digital, termasuk dalam menangkal misinformasi.
“Persatuan adalah kekuatan kita. Jangan sampai perbedaan narasi memecah belah. Mari kita bangun komunikasi yang menyatukan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Danrem 061/Suryakancana, Thomas Rajunio, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari diskusi bersama para kepala daerah terkait pentingnya peningkatan peran aparatur negara dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam diseminasi informasi.
Menurutnya, berbagai program pemerintah sejatinya telah berjalan baik di lapangan, namun belum sepenuhnya terkomunikasikan secara optimal kepada masyarakat luas.
“Kita sebagai bagian dari aparatur negara, baik TNI, Polri, maupun ASN, belum maksimal dalam mendukung, khususnya dalam menyebarluaskan program-program pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen aparatur negara memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan membangun. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, narasi yang tidak seimbang masih kerap muncul dan berpotensi menimbulkan misinformasi.
“Kita ini bekerja nyata di lapangan, tetapi di media sosial seolah-olah pemerintah berjalan sendiri tanpa dukungan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Deddy Corbuzier sebagai narasumber yang membagikan wawasan terkait strategi komunikasi publik di era digital. Pengalaman dan pengaruhnya di dunia digital dinilai dapat menjadi referensi bagi aparatur dalam menyampaikan pesan secara efektif dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap aparatur semakin adaptif, responsif, dan mampu membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang efektif, transparan, dan berintegritas.



