BABAKAN MADANG, Bogor | detikNews – Event lari tahunan Bogorun 2026 kembali digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, menghadirkan lebih dari 4.100 peserta termasuk pelari mancanegara. Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus ruang kebersamaan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan berbagai stakeholder kembali menyelenggarakan Bogorun 2026 sebagai bagian dari rangkaian HJB ke-544. Event ini tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Usai konferensi pers di Babakan Madang, Jumat (8/5), Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Bogorun telah menjadi agenda tahunan yang dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.
“Bogorun bukan sekadar event lari, tetapi ruang kebersamaan yang melibatkan komunitas olahraga, seni, budaya, hingga masyarakat umum,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi seperti KORMI, KONI, hingga NPCI, serta dimeriahkan dengan atraksi paramotor yang menambah daya tarik acara.
Menurutnya, Bogorun terbuka bagi semua kalangan, tidak hanya atlet profesional, tetapi juga masyarakat yang ingin berolahraga sambil menikmati suasana akhir pekan bersama keluarga.
Tahun ini, Bogorun diikuti sekitar 4.100 peserta, termasuk 33 pelari internasional dari 12 negara, yang menjadi bukti meningkatnya daya tarik event ini di kancah global.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bogor karena mampu menarik peserta dari berbagai negara,” ungkapnya.
Tidak hanya olahraga, Bogorun 2026 juga menghadirkan berbagai hiburan dan kuliner khas daerah. Di area finish, panitia menyediakan kuliner gratis, termasuk durian yang sedang musim panen, serta pertunjukan seni budaya dari seniman lokal.
Rudy menegaskan, setiap event yang diselenggarakan Pemkab Bogor selalu mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kehadiran ribuan peserta tentu berdampak pada sektor perhotelan, kuliner, UMKM, hingga pariwisata lokal,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar menjelaskan, Bogorun 2026 akan digelar di kawasan Taman Budaya Sentul, Babakan Madang pada 10 Mei 2026.
Event ini menghadirkan tiga kategori lomba, yakni:
- 5K (Kuta)
- 10K (Udaya)
- Half Marathon 21K (Wangsa)
Seluruh rute telah tersertifikasi resmi, menjadikan Bogorun sebagai salah satu event lari berstandar profesional di Indonesia.
Rike menambahkan, karakter lintasan yang menantang dengan elevasi tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari.
“Bogorun dikenal sebagai salah satu lintasan lari paling menantang di Pulau Jawa, sehingga memberikan pengalaman unik bagi peserta,” jelasnya.



