Tag: HJB ke 544

  • Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Rekor MURI Pelayanan Publik Terlama

    Rudy Susmanto Antar Kabupaten Bogor Raih Rekor MURI Pelayanan Publik Terlama

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali mencatatkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui program Gebyar Pelayanan Publik 100 Jam Nonstop di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bogor. Program pelayanan tanpa henti tersebut sukses melayani ribuan warga selama lebih dari empat hari penuh.

    Piagam penghargaan MURI diterima langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, didampingi Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, di Kantor DPMPTSP Kabupaten Bogor, Cibinong, Jumat (22/5).

    Program inovatif tersebut diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bogor sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

    Selama pelaksanaan kegiatan, pelayanan publik tetap berjalan tanpa henti selama 100 jam, mulai 18 Mei 2026 pukul 10.00 WIB hingga 22 Mei 2026 pukul 14.00 WIB. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena layanan tetap tersedia hingga malam hari, menyesuaikan kebutuhan warga Kabupaten Bogor yang mayoritas bekerja di wilayah penyangga ibu kota.

    Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bahwa keberhasilan meraih Rekor MURI bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat transformasi pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

    “Dari 100 jam ini harus menjadi bahan evaluasi kita bersama. Kantor-kantor perizinan tidak bisa beroperasi sama dengan jam kerja perangkat daerah lainnya. Karena Kabupaten Bogor merupakan wilayah penyangga ibu kota, banyak masyarakat yang baru bisa mengurus perizinan pada malam hari setelah pulang bekerja,” ujar Rudy Susmanto.

    Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor perlu menghadirkan kebijakan baru terkait jam operasional pelayanan agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan publik, khususnya pelayanan perizinan.

    Selain fokus pada pelayanan perizinan, Rudy juga menyoroti pentingnya administrasi kependudukan sebagai hak dasar masyarakat. Ia meminta dinas terkait lebih aktif melakukan jemput bola kepada warga yang belum memiliki dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga.

    “Administrasi kependudukan mungkin terlihat sederhana dari KTP dan KK, tetapi itu menjadi pondasi masyarakat untuk memperoleh hak-haknya sebagai warga negara, baik pendidikan maupun bantuan sosial,” tegasnya.

    Rudy berharap momentum Hari Jadi Bogor ke-544 dan keberhasilan meraih Rekor MURI dapat menjadi semangat kebangkitan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju, aman, adil, dan makmur.

    Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan bahwa kegiatan Gebyar Pelayanan Publik Nonstop 100 Jam melibatkan 23 tenant pelayanan dari total 31 tenant yang tersedia di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Bogor.

    Tenant tersebut terdiri dari perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga unsur pendukung lainnya yang bersama-sama memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

    “Gebyar Pelayanan Publik Nonstop 100 Jam ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, inklusif, responsif, dan berorientasi kepada kepuasan masyarakat,” ujar Agus Ridho.

    Selama kegiatan berlangsung, rata-rata terdapat 169 petugas pelayanan yang bekerja setiap hari dalam tiga shift pelayanan. Dari total pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 6.210 layanan berhasil diberikan kepada masyarakat dengan jumlah pendaftaran perizinan mencapai 574 permohonan.

    Tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang fleksibel, cepat, dan dekat dengan kebutuhan warga sangat dibutuhkan, terutama di wilayah aglomerasi seperti Kabupaten Bogor.

    Keberhasilan ini sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bogor sebagai daerah yang terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis kebutuhan masyarakat modern.

  • OB Van Teman FM Goes to School di SMPN 1 Cijeruk, Tingkatkan Literasi Radio dan Komunikasi Pelajar Bogor

    OB Van Teman FM Goes to School di SMPN 1 Cijeruk, Tingkatkan Literasi Radio dan Komunikasi Pelajar Bogor

    CIJERUK, Bogor | detikNews – Program “OB Van Teman FM Goes to School” yang digelar Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor mendapat sambutan meriah dari para siswa SMP Negeri 1 Cijeruk, Kamis (21/5/2026). Kegiatan edukatif ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus upaya meningkatkan literasi komunikasi dan informasi di kalangan pelajar.

    Kehadiran OB Van Teman FM 95,3 FM di lingkungan sekolah memberikan pengalaman belajar berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan materi tentang dunia penyiaran radio, tetapi juga berkesempatan mencoba langsung proses siaran bersama tim radio profesional.

    Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal menjelaskan, program tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor sebagai langkah memperkenalkan kembali media radio kepada generasi muda di era digital.

    Menurutnya, radio tetap memiliki peran penting sebagai media informasi, edukasi, dan komunikasi publik yang relevan hingga saat ini.

    “Radio mungkin dianggap media lama oleh sebagian generasi muda, tetapi radio memiliki sejarah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kami ingin generasi muda memahami bahwa radio masih relevan sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi publik,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal berbagai proses kerja di dunia penyiaran, mulai dari menjadi penyiar radio, operator siaran, hingga narasumber dalam program radio interaktif.

    Bambang menuturkan, metode pembelajaran interaktif seperti ini diharapkan mampu meningkatkan keberanian berbicara, kemampuan komunikasi, serta kreativitas para pelajar sejak usia dini.

    “Anak-anak kami ajak praktik langsung agar mereka lebih percaya diri dan memahami bagaimana komunikasi publik bekerja. Ini juga menjadi bagian dari pendidikan literasi informasi yang penting di era sekarang,” katanya.

    Selain memperkenalkan dunia radio, Diskominfo Kabupaten Bogor juga memberikan pemahaman mengenai teknologi komunikasi, termasuk sistem frekuensi radio yang digunakan dalam siaran.

    Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi pemanfaatan teknologi informasi secara positif di kalangan pelajar Kabupaten Bogor.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan siswa, meningkatkan semangat belajar, serta membangun rasa percaya diri generasi muda,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Cijeruk, Yeni Yuningsih mengapresiasi kehadiran Diskominfo Kabupaten Bogor dan tim Radio Teman FM 95,3 FM yang telah memberikan pengalaman belajar baru bagi para siswa.

    Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena mampu memperkenalkan dunia komunikasi dan penyiaran secara langsung kepada peserta didik.

    “Kami merasa bangga sekolah kami dapat dikunjungi langsung oleh tim Diskominfo Kabupaten Bogor dan Radio Teman FM. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan materi yang disampaikan juga mudah dipahami,” ujarnya.

    Ia menilai, pendekatan pembelajaran interaktif seperti ini mampu memberikan motivasi baru kepada siswa dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi.

    “Anak-anak jadi mengetahui bagaimana proses siaran radio berlangsung dan memahami fungsi radio sebagai media informasi serta edukasi,” katanya.

    Antusiasme tinggi juga datang dari para siswa. Salah satu siswi SMP Negeri 1 Cijeruk, Namira Ayu Anggraini mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang berbeda dari proses belajar di kelas.

    “Kegiatan ini seru banget dan menambah pengalaman baru tentang dunia radio dan komunikasi. Jadi lebih tahu bagaimana proses siaran radio berjalan,” ungkapnya.

    Hal serupa disampaikan siswa lainnya, Aifaz. Ia menilai kegiatan bersama tim Teman FM berlangsung menyenangkan dan memberikan pengalaman belajar yang interaktif.

    “Menurut kami kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan. Tim Radio Teman FM juga ramah sehingga kami menikmati seluruh kegiatan,” katanya.

    Para siswa berharap program “Teman FM Goes to School” dapat terus hadir di berbagai sekolah dengan durasi kegiatan yang lebih panjang agar semakin banyak pelajar mendapatkan pengalaman belajar interaktif tentang dunia penyiaran dan komunikasi publik.

  • Ribuan Lowongan Dibuka di Cariu, Disnaker Kabupaten Bogor Gelar Job Fair Expo 2026

    Ribuan Lowongan Dibuka di Cariu, Disnaker Kabupaten Bogor Gelar Job Fair Expo 2026

    Disnaker Kabupaten Bogor Gelar Job Fair Expo untuk Tekan Pengangguran

    Cariu, Bogor | detikNews – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran dengan menghadirkan Job Fair Expo di SMKN 1 Cariu, Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang digelar atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto ini menyediakan hampir 2.000 lowongan pekerjaan dari 22 perusahaan dan disambut antusias ribuan pencari kerja.

    Job Fair Expo tersebut menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Bogor dalam membuka akses lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya lulusan SMK dan warga di wilayah timur Kabupaten Bogor. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

    Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulya menjelaskan, sebanyak 1.500 pencari kerja telah terdaftar mengikuti kegiatan tersebut. Mayoritas peserta merupakan alumni SMKN 1 Cariu serta masyarakat sekitar yang tengah mencari peluang kerja.

    “Job Fair Expo ini menyediakan hampir 2.000 lowongan pekerjaan dari 22 perusahaan. Selain itu, kami juga membuka pelayanan dan pencetakan Kartu AK1 atau kartu kuning bagi pencari kerja,” ujar Nana.

    Menurut Nana, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bogor dalam menekan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bogor yang saat ini masih berada di angka 7,69 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.

    “Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengurangi angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” jelasnya.

    Tak hanya menghadirkan peluang kerja di dalam negeri, Disnaker Kabupaten Bogor juga mulai memperluas kerja sama dengan sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kerja sama tersebut membuka kesempatan kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang dan beberapa negara di Eropa.

    Nana mengatakan, masyarakat Kabupaten Bogor yang ingin mencari informasi pekerjaan, baik domestik maupun luar negeri, dapat mendatangi booth Disnaker dalam kegiatan Kabogor Fest.

    “Bagi masyarakat Kabupaten Bogor yang ingin bekerja di dalam maupun luar negeri, silakan datang ke booth Disnaker di Kabogor Fest untuk mendapatkan informasi dan layanan ketenagakerjaan,” katanya.

    Selain membuka peluang kerja, Disnaker Kabupaten Bogor juga terus melakukan sosialisasi kepada Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Bogor. Langkah ini dilakukan agar kompetensi lulusan SMK dapat menyesuaikan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

    Dengan adanya Job Fair Expo di SMKN 1 Cariu ini, Pemkab Bogor berharap lulusan sekolah kejuruan dan masyarakat usia produktif dapat lebih mudah terserap ke dunia kerja, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap bersaing di era industri modern.

  • Disnaker Kabupaten Bogor Gelar Goes to School dan Job Fair HJB 2026 untuk Tekan Pengangguran SMK

    Disnaker Kabupaten Bogor Gelar Goes to School dan Job Fair HJB 2026 untuk Tekan Pengangguran SMK

    Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran terbuka, khususnya dari lulusan SMK. Dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Disnaker menggelar program Goes to School dan bursa kerja yang menyasar pelajar hingga masyarakat umum dengan menghadirkan layanan ketenagakerjaan langsung di sekolah dan pusat keramaian publik.

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor menggelar program Disnaker Goes to School dan job fair dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Program tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran, terutama dari kalangan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

    Kegiatan Disnaker Goes to School terbaru dilaksanakan di SMKN 1 Cisarua pada Selasa (19/5/2026). Program ini menjadi bagian dari rangkaian pelayanan ketenagakerjaan yang digelar di 10 SMK di Kabupaten Bogor sejak 11 Mei hingga 11 Juni 2026.

    Berbagai layanan disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK1), konseling karier, informasi lowongan kerja, hingga informasi peluang bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pelayanan dibuka setiap hari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Nana Mulyana mengatakan, program tersebut merupakan upaya Disnaker untuk mendekatkan pelayanan ketenagakerjaan kepada para pelajar dan calon pencari kerja.

    “Dalam kegiatan tersebut kami memberikan layanan pembuatan kartu AK1 atau kartu pencari kerja, layanan informasi lowongan kerja dalam dan luar negeri, serta bimbingan karier bagi lulusan SMK yang akan memasuki dunia kerja,” ujarnya.

    Menurut Nana, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bogor mencapai 7,69 persen. Dari angka tersebut, lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar pengangguran.

    “Kondisi ini menjadi perhatian serius kami. Karena itu Disnaker hadir melalui program Goes to School untuk membantu lulusan memperoleh akses informasi dan peluang kerja,” jelasnya.

    Selain menyasar sekolah, Disnaker Kabupaten Bogor juga membuka layanan bursa kerja dalam rangkaian Kabogor Fest. Melalui booth Disnaker, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi lowongan pekerjaan melalui barcode perusahaan yang membuka rekrutmen secara online di wilayah Bogor dan sekitarnya.

    Tak hanya peluang kerja dalam negeri, Disnaker juga menjalin kerja sama dengan sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk membuka kesempatan kerja ke luar negeri, termasuk Jepang dan sejumlah negara di Eropa.

    “Bagi masyarakat Kabupaten Bogor yang ingin mencari pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri, kami persilakan datang ke booth Disnaker di Kabogor Fest,” katanya.

    Disnaker Kabupaten Bogor juga terus melakukan sosialisasi kepada Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Bogor agar kompetensi lulusan SMK dapat menyesuaikan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

    Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan SMK agar lebih siap kerja dan terserap optimal di dunia industri.

    “Harapannya lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri sehingga dapat terserap lebih optimal di dunia kerja,” pungkas Nana.

    Ia menambahkan, pasar kerja luar negeri juga menjadi peluang besar bagi tenaga kerja asal Indonesia karena banyak diminati negara seperti Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.

  • Pelayanan Publik 100 Jam Nonstop Resmi Dimulai di Kabupaten Bogor, Warga Kini Bisa Urus Dokumen Hingga Dini Hari

    Pelayanan Publik 100 Jam Nonstop Resmi Dimulai di Kabupaten Bogor, Warga Kini Bisa Urus Dokumen Hingga Dini Hari

    Pemerintah Kabupaten Bogor resmi memulai program pelayanan publik 100 jam nonstop dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Program yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP Kabupaten Bogor ini menghadirkan layanan administrasi dan perizinan selama 24 jam penuh mulai 18 hingga 22 Mei 2026, guna memberikan kemudahan dan fleksibilitas waktu bagi masyarakat.

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi memulai pelayanan publik 100 jam nonstop sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

    Program inovatif tersebut mulai berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 dan akan berjalan selama lima hari penuh hingga 22 Mei 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP Kabupaten Bogor, Cibinong.

    Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi, perizinan, hingga dokumen kependudukan selama 24 jam tanpa henti. Kebijakan tersebut menjadi langkah nyata Pemkab Bogor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih fleksibel, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat.

    Program pelayanan publik 100 jam nonstop ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendorong seluruh perangkat daerah menghadirkan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan warga.

    Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, mengatakan program tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

    “Program ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor ke-544. Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih optimal dengan menambah jam operasional hingga 100 jam nonstop,” ujarnya.

    Menurut Agus Ridho, pelayanan tanpa henti tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas waktu kepada masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengurus administrasi pada jam kerja normal.

    Dengan sistem pelayanan 24 jam, masyarakat kini dapat datang pada malam hari hingga dini hari untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan pada siang hari.

    “Ini menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu. Mereka tetap bisa mengakses layanan publik kapan saja selama program berlangsung,” jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, sebanyak 31 tenant layanan dari berbagai perangkat daerah dan instansi vertikal ikut berpartisipasi. Mayoritas tenant membuka pelayanan penuh selama lima hari kegiatan, sementara beberapa layanan menyesuaikan operasional sesuai ketersediaan personel.

    Berbagai layanan yang tersedia langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat sejak hari pertama pelaksanaan. Antusiasme warga terlihat dari tingginya aktivitas pelayanan, terutama pada layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres serta layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil.

    Pemkab Bogor berharap program pelayanan publik 100 jam nonstop ini dapat menjadi inovasi pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat transformasi birokrasi yang lebih modern dan responsif.

    Selain mempermudah akses layanan, kegiatan ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di era digital dan mobilitas tinggi.

  • Kabar Baik! Uji KIR, Uji Emisi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Digelar di Leuwiliang

    Kabar Baik! Uji KIR, Uji Emisi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Digelar di Leuwiliang

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghadirkan layanan publik gratis berupa uji KIR, uji emisi kendaraan, dan pemeriksaan kesehatan di Terminal Leuwiliang, Selasa (12/5/2026). Program ini menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya pengemudi angkutan umum di wilayah Bogor Barat.

    Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor ke-544, Pemkab Bogor melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, RSUD Leuwiliang, RSUD Mohammad Noh Nur, serta Puskesmas Leuwiliang, menggelar pelayanan publik gratis di Terminal UPT Leuwiliang.

    Kegiatan ini mencakup layanan uji KIR gratis, uji emisi kendaraan gratis, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi dan masyarakat umum.

    Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Lutfi Sahara, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HJB ke-544 yang bertujuan meningkatkan akses layanan publik.

    “Hari ini kami melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-544. Pelayanan yang diberikan meliputi uji KIR gratis, uji emisi gratis, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” ujar Lutfi.

    Ia menambahkan, untuk pelayanan kendaraan, Dishub Kabupaten Bogor meningkatkan target dari 35 kendaraan menjadi 50 kendaraan dalam kegiatan ini. Masyarakat dapat langsung datang dan mendaftar sejak pagi di lokasi kegiatan.

    Tidak hanya di Leuwiliang, rangkaian kegiatan serupa juga akan digelar di Terminal UPT Cileungsi pada 21 Mei 2026. Selain itu, pada 26 Mei 2026 akan dilaksanakan donor darah di Kantor Dishub Kabupaten Bogor, bekerja sama dengan PMI, Dinas Ketahanan Pangan melalui Gerakan Pangan Murah, serta pemeriksaan kesehatan oleh Jasa Raharja.

    “Seluruh pelayanan diberikan secara gratis. Selain itu, kami juga memberikan bantuan sembako bagi para sopir sebagai bentuk perhatian dan apresiasi,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Jopi Hermawan, menyampaikan bahwa uji emisi gratis dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, menyasar kendaraan roda dua dan roda empat berbahan bakar bensin maupun diesel.

    Menurutnya, masyarakat hanya perlu membawa kendaraan dan STNK untuk mengikuti uji emisi. Hasilnya akan langsung tercatat dalam aplikasi nasional Si Umi.

    “Dari hasil tersebut akan diketahui apakah kendaraan memenuhi baku mutu emisi atau tidak. Jika melampaui ambang batas, kendaraan perlu dilakukan perbaikan,” jelasnya.

    Di lokasi yang sama, Kepala Puskesmas Leuwiliang, dr. James GH Tambun, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan ditargetkan untuk 50 pengemudi. Hasil sementara menunjukkan kondisi kesehatan para pengemudi cukup baik dan layak bekerja.

    Selain pemeriksaan umum, tim medis juga melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi kesehatan tetap dalam batas normal.

    Salah satu sopir angkutan umum, Heri, mengapresiasi layanan yang diberikan Pemkab Bogor. Ia menilai program ini sangat membantu, terutama bagi warga Bogor Barat.

    “Pelayanan KIR ini sangat membantu karena tidak perlu ke Cibinong. Lokasinya lebih dekat dan pelayanannya juga cepat. Apalagi semuanya gratis,” ujarnya.

    Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

  • TP-PKK Bogor Gelar Sunatan Massal 100 Anak, Bukti Nyata Kepedulian di HJB ke-544

    TP-PKK Bogor Gelar Sunatan Massal 100 Anak, Bukti Nyata Kepedulian di HJB ke-544

    CIBINONG, BOGOR | detikNews – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun 2026, TP-PKK Kabupaten Bogor bersama RSUD Bhakti Padjajaran Cibinong menggelar bakti sosial sunatan massal bagi 100 anak. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas organisasi di Kabupaten Bogor.

    Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung di RSUD Bhakti Padjajaran Cibinong, Sabtu (9/5/2026), dengan melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bogor sebagai bagian dari sinergi pelayanan sosial dan kesehatan.

    Sebanyak 100 anak mengikuti program sunatan massal ini yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Rinciannya, 71 anak berasal dari delapan kecamatan di wilayah Koordinator Wilayah (Korwil) 2, meliputi Kecamatan Cibinong, Sukaraja, Babakan Madang, Bojong Gede, Tajur Halang, Kemang, Parung, dan Ciseeng.

    Selain itu, kegiatan ini juga menyasar 20 anak dari keluarga besar RSUD Bhakti Padjajaran yang terdiri dari unsur petugas kebersihan (OB) dan keamanan. Sementara 9 anak lainnya merupakan putra dari petugas kebersihan (pesapon) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten Bogor.

    Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Ny. Eva Rudy Susmanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata dalam mendukung peningkatan kesehatan anak-anak di Kabupaten Bogor.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menjadi wujud kepedulian TP-PKK bersama DWP Kabupaten Bogor dalam mendukung kesehatan anak-anak,” ujarnya.

    Direktur RSUD Bhakti Padjajaran Cibinong, Yukie Meistisia Anandaputri Satoto, turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh peserta dalam kondisi sehat dan pelaksanaan berjalan lancar.

    “Hari ini ada 100 anak yang dilakukan khitanan dan semuanya dalam kondisi sehat. Mudah-mudahan kegiatan berjalan lancar dan membawa berkah. Terima kasih atas kolaborasi yang luar biasa ini,” ungkapnya.

    Salah satu orang tua peserta, Tini, warga Kelurahan Cibinong, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada TP-PKK, DWP, serta Pemerintah Kabupaten Bogor.

    “Kami sangat bersyukur anak kami bisa ikut kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

    Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kabupaten Bogor bersama RSUD Bhakti Padjajaran dan DWP Kabupaten Bogor menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan layanan sosial dan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

  • Bogorun 2026 Meriahkan HJB ke-544, Rudy Susmanto: Event Lari Dongkrak Ekonomi dan Perkuat Kebersamaan

    Bogorun 2026 Meriahkan HJB ke-544, Rudy Susmanto: Event Lari Dongkrak Ekonomi dan Perkuat Kebersamaan

    BABAKAN MADANG, Bogor | detikNews – Event lari tahunan Bogorun 2026 kembali digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, menghadirkan lebih dari 4.100 peserta termasuk pelari mancanegara. Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus ruang kebersamaan masyarakat.

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan berbagai stakeholder kembali menyelenggarakan Bogorun 2026 sebagai bagian dari rangkaian HJB ke-544. Event ini tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

    Usai konferensi pers di Babakan Madang, Jumat (8/5), Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Bogorun telah menjadi agenda tahunan yang dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.

    “Bogorun bukan sekadar event lari, tetapi ruang kebersamaan yang melibatkan komunitas olahraga, seni, budaya, hingga masyarakat umum,” ujar Rudy.

    Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi seperti KORMI, KONI, hingga NPCI, serta dimeriahkan dengan atraksi paramotor yang menambah daya tarik acara.

    Menurutnya, Bogorun terbuka bagi semua kalangan, tidak hanya atlet profesional, tetapi juga masyarakat yang ingin berolahraga sambil menikmati suasana akhir pekan bersama keluarga.

    Tahun ini, Bogorun diikuti sekitar 4.100 peserta, termasuk 33 pelari internasional dari 12 negara, yang menjadi bukti meningkatnya daya tarik event ini di kancah global.

    “Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bogor karena mampu menarik peserta dari berbagai negara,” ungkapnya.

    Tidak hanya olahraga, Bogorun 2026 juga menghadirkan berbagai hiburan dan kuliner khas daerah. Di area finish, panitia menyediakan kuliner gratis, termasuk durian yang sedang musim panen, serta pertunjukan seni budaya dari seniman lokal.

    Rudy menegaskan, setiap event yang diselenggarakan Pemkab Bogor selalu mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

    “Kehadiran ribuan peserta tentu berdampak pada sektor perhotelan, kuliner, UMKM, hingga pariwisata lokal,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar menjelaskan, Bogorun 2026 akan digelar di kawasan Taman Budaya Sentul, Babakan Madang pada 10 Mei 2026.

    Event ini menghadirkan tiga kategori lomba, yakni:

    • 5K (Kuta)
    • 10K (Udaya)
    • Half Marathon 21K (Wangsa)

    Seluruh rute telah tersertifikasi resmi, menjadikan Bogorun sebagai salah satu event lari berstandar profesional di Indonesia.

    Rike menambahkan, karakter lintasan yang menantang dengan elevasi tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari.

    “Bogorun dikenal sebagai salah satu lintasan lari paling menantang di Pulau Jawa, sehingga memberikan pengalaman unik bagi peserta,” jelasnya.