Bogor | detikNews — Mahkota Binokasih, simbol kejayaan Kerajaan Pajajaran, kembali hadir di Bogor dalam kirab budaya Tatar Sunda yang berlangsung meriah. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut momen ini sebagai kembalinya sejarah besar ke tanah asalnya, sekaligus pengingat pentingnya merawat warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Kirab budaya yang digelar di Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, Jumat (8/5/2026), menjadi sorotan publik. Kehadiran Mahkota Binokasih tidak hanya menghadirkan nuansa historis, tetapi juga membangkitkan kembali semangat pelestarian budaya Sunda di Jawa Barat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa menjaga sejarah dan tradisi merupakan bagian penting dalam membangun identitas daerah. Ia mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dinilai berhasil menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda.
“Terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat. Ini salah satu wujud merawat tradisi Sunda yang ada di Jawa Barat,” ujar Rudy.
Rudy menjelaskan bahwa Mahkota Binokasih memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Bogor sebagai bagian dari peradaban Pajajaran. Mahkota tersebut sebelumnya berasal dari Bogor sebelum akhirnya berada di Museum Sumedanglarang.
“Khususnya kalau bicara sejarah Pajajaran, Mahkota Binokasih berangkatnya dari Bogor, lalu hari ini berada di Museum Sumedanglarang,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya menghidupkan kembali sejarah menjadi penting agar generasi saat ini memahami bahwa sebelum Indonesia berdiri, telah ada peradaban besar yang membangun wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor.
“Pak gubernur menghidupkan kembali rasa sejarah bahwa sebelum bangsa ini berdiri, ada tokoh-tokoh yang lebih awal membangun Jawa Barat dan Bogor,” lanjut Rudy.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembangunan daerah.
“Kami Pemerintah Kabupaten Bogor selaras membangun Jawa Barat bersama-sama. Apa yang disampaikan pak gubernur menjadi arahan untuk membangun Bogor untuk Jawa Barat, dan Jawa Barat untuk Indonesia,” ujarnya.
Ia turut menyinggung dinamika di media sosial yang sempat memunculkan berbagai narasi terkait hubungan antara pemerintah daerah dan provinsi. Menurutnya, kegiatan budaya ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi tetap berjalan.
“Hari ini menunjukkan bahwa kita sama-sama membangun Kabupaten Bogor. Gunakan media sosial secara bijak. Kami tidak berbeda,” tegasnya.
Kirab budaya tersebut juga dihadiri oleh Raja Sumedang, para budayawan, serta tokoh adat Sunda. Kehadiran mereka memperkuat makna simbolik dari Mahkota Binokasih sebagai lambang kejayaan Pajajaran.
Rudy mengaku bangga atas terselenggaranya acara tersebut dan menyebutnya sebagai momen bersejarah bagi masyarakat Bogor.
“Malam ini kami merasa terhormat. Mahkota sebagai simbol kejayaan Pajajaran juga pulang kembali ke rumahnya di Bogor,” katanya.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Bogor kini telah membentuk Dinas Kebudayaan.
“Ini bentuk konkret kami dalam melestarikan sejarah dan budaya, baik benda maupun tak benda di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.



