Sebanyak 450 prajurit Yonif 315/Garuda resmi diberangkatkan menuju perbatasan Indonesia–Papua Nugini dalam misi pengamanan wilayah sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Penugasan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah perbatasan.
Kota Bogor | detikNews – Langkah pengabdian kembali dimulai. Sebanyak 450 prajurit dari Yonif 315/Garuda diberangkatkan untuk menjalankan tugas strategis di perbatasan Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Mereka akan menjalankan misi sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) selama kurang lebih satu tahun ke depan.
Upacara pemberangkatan berlangsung khidmat di Markas Yonif 315/Garuda pada Sabtu (2/5/2026), dan turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pesan penting kepada para prajurit agar menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan tugas negara.
“Selamat bertugas. Tetap bawa nama baik Indonesia di mana pun berada. Laksanakan tugas dengan penuh kebanggaan,” ujar Jenal Mutaqin.
Penugasan ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata. Para prajurit juga akan menjalankan pembinaan teritorial di wilayah perbatasan. Program yang akan dijalankan meliputi ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur desa guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, dalam arahannya menegaskan bahwa penugasan ini merupakan sebuah kehormatan bagi setiap prajurit.
“Tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan tugas operasi seperti ini. Oleh karena itu, laksanakan dengan penuh kebanggaan, keberanian, dan tanggung jawab, namun tetap berhati-hati,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjadikan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman utama dalam setiap langkah.
“Jaga disiplin, loyalitas, dan kehormatan prajurit. Tunjukkan bahwa prajurit Garuda dan Siliwangi adalah petarung yang profesional,” lanjutnya.
Selain itu, Danrem mengingatkan agar seluruh prajurit tidak meremehkan situasi sekecil apa pun di lapangan. Kewaspadaan dan kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri.
“Tidak ada prajurit hebat yang berjuang sendiri,” ujarnya menegaskan.
Para prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 315/Garuda dijadwalkan akan mulai diberangkatkan ke lokasi penugasan pada Selasa, 5 Mei 2026. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.



