close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.7 C
Jakarta
Saturday, May 2, 2026

Dishub Kota Bekasi Siagakan Petugas di Perlintasan Sebidang Bulak Kapal–Ampera Selama Pembangunan Flyover

KOTA BEKASI | detikNews – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menyiagakan petugas di sejumlah perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal dan Ampera selama pembangunan flyover berlangsung. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kemacetan dan risiko kecelakaan di titik rawan perlintasan kereta.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang menekankan pentingnya pengawasan ketat di perlintasan kereta, khususnya yang masih bersifat liar dan belum dilengkapi sistem pengamanan memadai.

Dishub Kota Bekasi memastikan bahwa penempatan personel akan difokuskan pada titik-titik perlintasan sebidang yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama di kawasan Bulak Kapal yang saat ini terdampak langsung oleh proyek pembangunan flyover.

Baca juga:  Ratusan UMKM Dongkrak Ekonomi Warga di Puncak HUT ke-27 Depok, DPRD Beri Apresiasi

Selama masa konstruksi berlangsung, potensi kepadatan lalu lintas diperkirakan meningkat signifikan. Selain itu, risiko kecelakaan juga dinilai lebih tinggi akibat terbatasnya ruang gerak kendaraan dan perubahan pola arus lalu lintas.

“Selama pengerjaan flyover, kami akan siagakan personel di perlintasan sebidang, terutama di titik-titik rawan. Ini untuk memastikan masyarakat tetap aman saat melintas,” ujar Tri Adhianto.

Petugas Dishub nantinya akan bertugas mengatur arus kendaraan, memberikan peringatan kepada pengguna jalan, serta memastikan tidak ada pelanggaran saat kereta api melintas. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mengurangi potensi kecelakaan akibat kelalaian pengguna jalan.

Baca juga:  Wali Kota Bekasi dan Gubernur Jabar Jenguk Korban Kecelakaan Kereta, Pastikan Penanganan Medis dan BPJS Optimal

Selain menempatkan personel, Dishub juga akan melakukan penataan sementara di area perlintasan. Langkah ini meliputi pemasangan pembatas jalan (barrier), penambahan rambu-rambu lalu lintas, serta pengaturan jalur aman untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Upaya pengamanan tidak berhenti di situ. Dishub Kota Bekasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika juga tengah menyiapkan sistem peringatan berbasis suara. Sistem ini dirancang untuk memberikan alarm beberapa saat sebelum kereta melintas, sehingga pengguna jalan memiliki waktu yang cukup untuk berhenti dan menghindari perlintasan.

Baca juga:  Momen Haru HUT ke-27 Kota Depok: Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rumah Layak Huni untuk Nenek Acih

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek Pemerintah Kota Bekasi dalam meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Pemerintah berharap, dengan adanya pengawasan intensif dan sistem peringatan tambahan, angka kecelakaan dapat ditekan selama proyek berlangsung.

Ke depan, pembangunan flyover Bulak Kapal diharapkan menjadi solusi permanen untuk menghilangkan perlintasan sebidang di kawasan tersebut. Dengan demikian, potensi kemacetan dan kecelakaan akibat perpotongan jalur kereta dan kendaraan dapat diminimalisir secara menyeluruh.

Berita Terpopuler

Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kapolres Pantau Keberangkatan 115 Bus Buruh ke Monas pada May Day 2026

Cibinong, Bogor | detikNews — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor melakukan monitoring langsung keberangkatan 115 bus yang mengangkut ribuan pekerja menuju Monumen Nasional...

TP-PKK Kabupaten Bogor Raih Juara Favorit Pusaka Karya Nusantara 2026, Batik Lokal Curi Perhatian

TP-PKK Kabupaten Bogor berhasil mencuri perhatian nasional dengan meraih juara favorit dalam ajang Pusaka Pusat Karya Nusantara 2026. Penampilan batik khas Bogor dalam parade...

Bupati Bogor Tinjau Jalur Kunjungan Presiden Prabowo ke Universitas Pertahanan, Pastikan Keamanan dan Pimpin Jajaran Kehormatan

BABAKAN MADANG | detikNews – Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung meninjau jalur kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Universitas Pertahanan Indonesia, Kamis...

Kejati Sumsel Sita 13 Truk dan 1 Excavator dalam Kasus Dugaan Korupsi Distribusi Semen PT KMM

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menyita 13 unit truk dan satu alat berat excavator dalam penggeledahan kasus dugaan korupsi distribusi semen...

DPO Kasus Asusila Ode Usman Ditangkap di Buru, Sembunyi di Rumah Saudara

Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru berhasil mengamankan buronan kasus asusila, Ode Usman, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Maluku...

JPU Kejati Sulsel Dakwa Dua Terdakwa Obstruction of Justice Kasus Korupsi Jaksa Gadungan di Makassar

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan resmi mendakwa dua terdakwa kasus obstruction of justice yang diduga menghalangi penyidikan perkara korupsi dengan...
Berita terbaru
Berita Terkait