KOTA BOGOR | detikNews – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bogor dalam melestarikan budaya Sunda saat menghadiri pawai budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor, Jumat (8/5). Momentum ini semakin bermakna dengan hadirnya Mahkota Binokasih, simbol kejayaan Kerajaan Pajajaran, yang menghidupkan kembali jejak sejarah Tanah Sunda.
Pawai budaya tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam memperingati Milangkala Tatar Sunda, yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat dari seluruh Jawa Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, serta para budayawan dan tokoh adat.
Rangkaian kirab budaya berlangsung meriah dengan partisipasi sekitar 30 kesenian tradisional yang mewakili 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Tidak hanya itu, perwakilan dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Tengah turut ambil bagian dalam pawai yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi pengingat penting atas sejarah panjang peradaban Sunda, khususnya peran besar Kerajaan Pajajaran dalam membangun identitas Jawa Barat.
Ia menjelaskan, kehadiran Mahkota Binokasih sebagai simbol kejayaan Pajajaran memiliki makna historis mendalam, terutama bagi masyarakat Bogor yang memiliki keterkaitan erat dengan pusat pemerintahan kerajaan tersebut di masa lalu.
“Ini adalah wujud nyata dalam merawat dan melestarikan tradisi Sunda, khususnya sejarah Pajajaran. Mahkota Binokasih berangkat dari Bogor dan saat ini berada di Museum Sumedang Larang,” ujar Rudy.
Menurutnya, peringatan Milangkala Tatar Sunda juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap akar budaya dan sejarah leluhur yang tidak boleh dilupakan di tengah arus modernisasi.
Rudy juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai pihak, mulai dari Gubernur Jawa Barat, Raja Sumedang, hingga para tokoh adat dan budayawan yang turut memeriahkan acara tersebut. Ia menilai, kolaborasi lintas daerah ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya Sunda merupakan tanggung jawab bersama.
Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa kemajuan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan identitas budaya.
“Bangsa ini boleh maju dan modern, tetapi kita sebagai orang Sunda tidak boleh meninggalkan tradisi dan budaya,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen konkret, Pemerintah Kabupaten Bogor telah membentuk Dinas Kebudayaan yang akan fokus pada pelestarian berbagai cagar budaya, baik berupa benda maupun warisan tak benda.
Dinas tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal, sekaligus mengembangkan potensi budaya sebagai bagian dari identitas daerah dan daya tarik wisata.



