Tag: Bupati Bogor

  • Rudy Susmanto: Budaya Sunda Tak Boleh Hilang di Tengah Modernisasi

    Rudy Susmanto: Budaya Sunda Tak Boleh Hilang di Tengah Modernisasi

    KOTA BOGOR | detikNews – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bogor dalam melestarikan budaya Sunda saat menghadiri pawai budaya Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor, Jumat (8/5). Momentum ini semakin bermakna dengan hadirnya Mahkota Binokasih, simbol kejayaan Kerajaan Pajajaran, yang menghidupkan kembali jejak sejarah Tanah Sunda.

    Pawai budaya tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam memperingati Milangkala Tatar Sunda, yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat dari seluruh Jawa Barat. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, serta para budayawan dan tokoh adat.

    Rangkaian kirab budaya berlangsung meriah dengan partisipasi sekitar 30 kesenian tradisional yang mewakili 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Tidak hanya itu, perwakilan dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Tengah turut ambil bagian dalam pawai yang sarat nilai sejarah dan budaya tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi pengingat penting atas sejarah panjang peradaban Sunda, khususnya peran besar Kerajaan Pajajaran dalam membangun identitas Jawa Barat.

    Ia menjelaskan, kehadiran Mahkota Binokasih sebagai simbol kejayaan Pajajaran memiliki makna historis mendalam, terutama bagi masyarakat Bogor yang memiliki keterkaitan erat dengan pusat pemerintahan kerajaan tersebut di masa lalu.

    “Ini adalah wujud nyata dalam merawat dan melestarikan tradisi Sunda, khususnya sejarah Pajajaran. Mahkota Binokasih berangkat dari Bogor dan saat ini berada di Museum Sumedang Larang,” ujar Rudy.

    Menurutnya, peringatan Milangkala Tatar Sunda juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap akar budaya dan sejarah leluhur yang tidak boleh dilupakan di tengah arus modernisasi.

    Rudy juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai pihak, mulai dari Gubernur Jawa Barat, Raja Sumedang, hingga para tokoh adat dan budayawan yang turut memeriahkan acara tersebut. Ia menilai, kolaborasi lintas daerah ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya Sunda merupakan tanggung jawab bersama.

    Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa kemajuan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan identitas budaya.

    “Bangsa ini boleh maju dan modern, tetapi kita sebagai orang Sunda tidak boleh meninggalkan tradisi dan budaya,” tegasnya.

    Sebagai bentuk komitmen konkret, Pemerintah Kabupaten Bogor telah membentuk Dinas Kebudayaan yang akan fokus pada pelestarian berbagai cagar budaya, baik berupa benda maupun warisan tak benda.

    Dinas tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal, sekaligus mengembangkan potensi budaya sebagai bagian dari identitas daerah dan daya tarik wisata.

  • Bupati Bogor Apresiasi Buruh Jaga Kondusivitas Mayday 2026, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

    Bupati Bogor Apresiasi Buruh Jaga Kondusivitas Mayday 2026, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan apresiasi tinggi kepada para buruh dan serikat pekerja yang berhasil menjaga kondusivitas daerah selama peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026. Momentum ini dinilai menjadi titik penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pekerja, dan dunia usaha guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor.

    Peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) tingkat Kabupaten Bogor yang digelar pada Kamis (7/5/2026) berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

    Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pekerja yang telah berperan aktif menjaga suasana tetap aman dan harmonis di wilayah Kabupaten Bogor.

    “Alhamdulillah, hari ini kita dapat memperingati Mayday bersama serikat pekerja dalam suasana yang kondusif. Terima kasih kepada seluruh buruh yang telah menjaga stabilitas daerah yang kita cintai bersama,” ujar Rudy.

    Menurutnya, peran buruh sangat penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa hubungan yang harmonis antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan produktif.

    Rudy juga berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam peringatan Mayday ini dapat terus dipelihara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih maju, adil, aman, dan makmur.

    Sementara itu, Ketua APINDO Kabupaten Bogor, Abdul Hayi, menyampaikan bahwa Mayday memiliki makna lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ia menilai momen ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

    Menurut Abdul Hayi, Kabupaten Bogor sebagai salah satu kawasan industri dan penopang ekonomi nasional memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan.

    “Mayday menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Ini momentum penting untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis, dialogis, dan solutif,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa tantangan ekonomi global saat ini menuntut semua pihak untuk lebih solid dalam menjaga keberlanjutan usaha dan kesejahteraan pekerja.

    Dengan berlangsungnya peringatan Mayday yang aman dan tertib, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama seluruh elemen buruh dan pengusaha menegaskan komitmen untuk terus menjaga stabilitas daerah. Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

  • Bupati Bogor Soroti Lemahnya Diseminasi Informasi Pemerintah di Media Sosial

    Bupati Bogor Soroti Lemahnya Diseminasi Informasi Pemerintah di Media Sosial

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan pentingnya peran aparatur pemerintah sebagai garda terdepan dalam membangun komunikasi publik yang kuat di era digital. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Talkshow 3 Pilar di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Rabu (6/5/2026), yang mengangkat tema komunikasi publik di tengah derasnya arus misinformasi.

    Dalam forum tersebut, Rudy menyoroti bahwa tantangan komunikasi pemerintah saat ini semakin kompleks. Menurutnya, kinerja pemerintah yang telah berjalan baik kerap tidak tersampaikan secara utuh kepada masyarakat, terutama di tengah dominasi media sosial.

    “Kita merasa sudah bekerja dengan baik, tetapi ketika dilihat di media sosial, seakan-akan kita belum berbuat apa-apa. Ini menjadi tantangan bagi kita semua,” ujar Rudy.

    Ia menegaskan, setiap aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab ganda, tidak hanya sebagai pelayan publik tetapi juga sebagai penyampai informasi yang akurat kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kesamaan narasi dan langkah komunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    “Kita ini bukan hanya pelayan masyarakat, tetapi juga juru bicara pemerintah. Apa yang kita lakukan harus mampu kita komunikasikan dengan baik,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Rudy mengingatkan bahwa media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Ia menilai, ketika narasi negatif sudah terbentuk, klarifikasi dari pemerintah seringkali sulit diterima.

    “Saat narasi sudah terbentuk, apa pun yang kita sampaikan bisa dianggap salah. Maka kita harus hadir dengan komunikasi yang jelas, fakta yang kuat, dan pendekatan yang menyejukkan,” jelasnya.

    Bupati Bogor juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “Kami berdiri bersama masyarakat. Tidak mungkin pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Karena itu, sinergi dan komunikasi yang baik harus terus kita jaga,” ungkap Rudy.

    Ia juga mengajak seluruh aparatur dan masyarakat untuk kembali menguatkan nilai gotong royong sebagai fondasi menghadapi tantangan era digital, termasuk dalam menangkal misinformasi.

    “Persatuan adalah kekuatan kita. Jangan sampai perbedaan narasi memecah belah. Mari kita bangun komunikasi yang menyatukan,” pungkasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Danrem 061/Suryakancana, Thomas Rajunio, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari diskusi bersama para kepala daerah terkait pentingnya peningkatan peran aparatur negara dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam diseminasi informasi.

    Menurutnya, berbagai program pemerintah sejatinya telah berjalan baik di lapangan, namun belum sepenuhnya terkomunikasikan secara optimal kepada masyarakat luas.

    “Kita sebagai bagian dari aparatur negara, baik TNI, Polri, maupun ASN, belum maksimal dalam mendukung, khususnya dalam menyebarluaskan program-program pemerintah,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa seluruh elemen aparatur negara memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan membangun. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, narasi yang tidak seimbang masih kerap muncul dan berpotensi menimbulkan misinformasi.

    “Kita ini bekerja nyata di lapangan, tetapi di media sosial seolah-olah pemerintah berjalan sendiri tanpa dukungan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Deddy Corbuzier sebagai narasumber yang membagikan wawasan terkait strategi komunikasi publik di era digital. Pengalaman dan pengaruhnya di dunia digital dinilai dapat menjadi referensi bagi aparatur dalam menyampaikan pesan secara efektif dan tepat sasaran.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap aparatur semakin adaptif, responsif, dan mampu membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang efektif, transparan, dan berintegritas.

  • Bupati Bogor Rudy Susmanto Apresiasi Peran INI dan IPPAT dalam Mendorong PAD dan Percepatan Pembangunan

    Bupati Bogor Rudy Susmanto Apresiasi Peran INI dan IPPAT dalam Mendorong PAD dan Percepatan Pembangunan

    CIBINONG, BOGOR | detikNews — Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan melibatkan organisasi profesi seperti Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) sebagai pilar strategis percepatan pembangunan daerah.

    Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk organisasi profesi seperti Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).

    Pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat menerima audiensi INI dan IPPAT di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Selasa (5/5). Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor.

    Rudy menjelaskan bahwa peran notaris dan PPAT memiliki posisi strategis dalam mendukung tertib administrasi pertanahan serta legalitas transaksi. Hal ini dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan daerah.

    “Optimalisasi PAD dan percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk INI dan IPPAT yang berperan penting dalam setiap tahapan pembangunan,” ujarnya.

    Menurutnya, setiap transaksi yang tercatat secara legal dan tertib akan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah, baik dari sektor pajak maupun retribusi.

    Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan oleh INI dan IPPAT dalam mendukung peningkatan PAD Kabupaten Bogor.

    “Kami mengapresiasi peran INI dan IPPAT yang turut memperkuat pembangunan daerah serta mendukung peningkatan pendapatan asli daerah,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Rudy berharap sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dapat terus diperkuat guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

    Dengan kolaborasi yang solid, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis mampu mempercepat pembangunan di berbagai sektor, sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi PAD.

  • Rudy Susmanto Dorong Investasi Ramah Lingkungan di Bogor, Perizinan Usaha Dipastikan Gratis dan Cepat

    Rudy Susmanto Dorong Investasi Ramah Lingkungan di Bogor, Perizinan Usaha Dipastikan Gratis dan Cepat

    BABAKAN MADANG, BOGOR |detikNews – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi ramah lingkungan sekaligus memastikan seluruh proses perizinan usaha berjalan cepat, mudah, dan tanpa biaya. Kebijakan ini ditegaskan saat peresmian Kafe Warisan Kopi di Desa Bojong Koneng, Selasa (5/5), sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah berbasis keberlanjutan.

    Pemerintah Kabupaten Bogor terus menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk tidak hanya harus menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga wajib memperhatikan aspek lingkungan.

    Dalam peresmian Kafe Warisan Kopi yang turut dihadiri Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan sejumlah tokoh nasional, Rudy menyampaikan apresiasi kepada investor yang telah mempercayakan Kabupaten Bogor sebagai lokasi pengembangan usaha.

    Ia memastikan bahwa proyek yang dibangun telah memenuhi seluruh aspek legalitas serta sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku. Pemerintah daerah, kata Rudy, tidak akan memberikan izin kepada proyek yang tidak memenuhi standar tersebut.

    “Keberadaan kami di sini menjadi bukti bahwa seluruh proses legalitas telah terpenuhi dan sesuai aturan. Semua sudah melalui kajian yang matang,” ujar Rudy.

    Lebih lanjut, Rudy menyoroti konsep pembangunan kawasan yang dinilai mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa koefisien dasar bangunan (KDB) di lokasi tersebut hanya mencapai 7,4 persen, sehingga sebagian besar lahan tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.

    Menurutnya, lebih dari 90 persen kawasan tersebut tetap menjadi area resapan air yang dikelola melalui sistem kolam sebelum dialirkan ke sungai. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana investasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

    “Ini adalah contoh investasi yang tidak merusak alam, justru menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.

    Selain fokus pada investasi, Rudy juga memaparkan potensi besar sektor pariwisata di Kabupaten Bogor. Ia menyebut banyak destinasi tersembunyi atau hidden gem yang kini mulai berkembang dan menarik minat wisatawan.

    Salah satu yang disoroti adalah kawasan wisata di Cijayanti yang menawarkan konsep unik dan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Untuk mendukung pertumbuhan sektor ini, Pemkab Bogor terus mempercepat pembangunan infrastruktur.

    Salah satunya adalah pembangunan jalur baru yang menghubungkan kawasan Sentul hingga Cikeas dengan lebar jalan mencapai 30 meter. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2026 dan diharapkan mampu mengurai kemacetan.

    “Jangan sampai destinasi wisata berkembang pesat, tetapi akses jalannya justru menjadi hambatan. Infrastruktur harus mengikuti,” tegasnya.

    Selain itu, pemerintah juga membuka akses menuju kawasan strategis lainnya seperti Kebun Teh Malasari di Nanggung dan jalur timur di sepanjang Sungai Cipamingkis yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

    Di sektor ekonomi, Rudy mendorong pelaku usaha untuk memperpanjang jam operasional hingga 24 jam. Menurutnya, langkah ini dapat membuka peluang besar dalam penciptaan lapangan kerja.

    Ia memproyeksikan, jika terdapat 2.000 gerai usaha yang masing-masing menambah 10 tenaga kerja, maka akan tercipta hingga 20.000 lapangan kerja baru di Kabupaten Bogor.

    “Bogor adalah kabupaten yang tidak pernah tidur. Aktivitas ekonomi harus terus bergerak,” ungkapnya.

    Tak kalah penting, Rudy juga menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar dalam proses perizinan. Ia memastikan bahwa seluruh layanan perizinan kini diberikan secara gratis.

    “Perizinan di Kabupaten Bogor saat ini tidak ada biaya. Jika masih ditemukan praktik tidak sesuai aturan, silakan laporkan, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

    Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengapresiasi kemudahan perizinan di Kabupaten Bogor yang dinilai sangat mendukung percepatan investasi. Ia menyebut proses pembangunan Kafe Warisan Kopi dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun berkat sistem yang efisien.

    Moeldoko juga menyoroti dampak ekonomi dari kehadiran kafe tersebut, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penataan sistem parkir yang lebih tertib dan terjangkau.

    Menurutnya, konsep yang diusung tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

    “Konsepnya sangat kuat, tidak hanya bisnis tetapi juga pemberdayaan UMKM dan menjaga lingkungan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pembangunan kawasan tetap mempertahankan seluruh pohon yang ada sebagai bagian dari ekosistem alami. Selain itu, fasilitas yang tersedia juga mendukung tren work from cafe (WFC) dengan konektivitas yang memadai.

    Moeldoko berharap kehadiran Kafe Warisan Kopi dapat menjadi ruang produktif sekaligus rekreatif bagi masyarakat, serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi lingkungan sekitar.

  • Rudy Susmanto Kawal Aspirasi Warga Soal Tambang ke Gubernur Jabar, Siapkan Jalur Khusus Tambang sebagai Solusi

    Rudy Susmanto Kawal Aspirasi Warga Soal Tambang ke Gubernur Jabar, Siapkan Jalur Khusus Tambang sebagai Solusi

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung menemui ribuan warga yang menggelar aksi terkait aktivitas tambang, sekaligus menegaskan komitmennya mengawal aspirasi masyarakat ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan menyiapkan jalur khusus tambang sebagai solusi nyata.

    Bupati Bogor, Rudy Susmanto menunjukkan sikap responsif terhadap aspirasi masyarakat dengan turun langsung ke lokasi aksi di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Senin (4/5). Kehadirannya bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, dan Sekretaris Daerah menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius menangani persoalan tambang.

    Di hadapan ribuan warga, Rudy mengapresiasi aksi yang berlangsung tertib dan konstruktif. Ia menilai penyampaian aspirasi secara santun menjadi contoh baik dalam menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

    Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah aktivitas pertambangan, khususnya di wilayah barat Bogor.

    “Ini menunjukkan masyarakat menyampaikan aspirasi dengan baik dan jujur. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Pemprov Jawa Barat dan menghormati proses evaluasi yang sedang berjalan,” ujar Rudy.

    Ia berharap hasil evaluasi tersebut segera diumumkan, terutama bagi perusahaan tambang yang telah mengantongi izin resmi. Rudy menegaskan bahwa aspek lingkungan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan.

    Selain persoalan izin dan operasional tambang, Rudy juga menyoroti nasib masyarakat terdampak yang hingga kini masih menunggu realisasi kompensasi bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “Masyarakat terdampak masih menunggu kepastian bantuan sosial. Ini juga menjadi perhatian yang kami sampaikan,” katanya.

    Rudy menjelaskan bahwa dalam sistem pemerintahan berjenjang, pihaknya akan menjalankan kewenangan di tingkat kabupaten dan meneruskan aspirasi warga ke tingkat provinsi.

    “Kami pastikan semua aspirasi akan kami sampaikan langsung ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai kewenangan yang berlaku,” tegasnya.

    Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama DPRD telah menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan jalur khusus tambang. Proyek tersebut kini telah memasuki tahap penetapan lokasi yang diajukan ke pemerintah provinsi.

    Rudy menargetkan pada tahun 2026 proses pembebasan lahan dapat rampung sepenuhnya, sehingga pembangunan fisik jalan khusus tambang bisa segera direalisasikan.

    Menurutnya, keberadaan jalur khusus ini akan menjadi solusi strategis agar aktivitas kendaraan tambang tidak lagi mengganggu lalu lintas umum dan mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat.

    “Ini jalan tengah yang kami ambil bersama DPRD agar aktivitas tambang ke depan tidak mengganggu pengguna jalan umum,” jelasnya.

    Ia juga menilai respons Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejauh ini cukup positif. Berbagai kajian telah dilakukan, termasuk melibatkan sejumlah perguruan tinggi sebagai dasar pengambilan kebijakan.

    “Kami melihat Pemprov cukup terbuka dan sudah melakukan kajian akademis. Kami berharap keputusan bisa segera keluar,” ujarnya.

    Di sisi lain, Rudy menegaskan bahwa sektor pertambangan tetap memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam penyediaan material konstruksi.

    Ia mengingatkan bahwa potensi kelangkaan material, ditambah kenaikan harga bahan bakar minyak, dapat menjadi tantangan serius bagi percepatan pembangunan jika tidak dikelola dengan baik.

    “Pembangunan membutuhkan material. Jika terjadi kelangkaan, tentu akan berdampak luas. Maka harus ada solusi yang seimbang antara ekonomi dan lingkungan,” pungkasnya.

  • Rudy Susmanto Tegaskan Perbaikan Pendidikan Dimulai dari Ruang Kelas, Komitmen Benahi Sistem di Kabupaten Bogor

    Rudy Susmanto Tegaskan Perbaikan Pendidikan Dimulai dari Ruang Kelas, Komitmen Benahi Sistem di Kabupaten Bogor

    CIBINONG, BOGOR | detikNews – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa perbaikan kualitas bangsa harus dimulai dari pembenahan sistem pendidikan yang berakar langsung dari ruang kelas. Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Senin (4/5).

    Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa langkah strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia harus diawali dari pembenahan sistem pendidikan yang paling mendasar, yakni di ruang kelas.

    Hal tersebut disampaikan Rudy usai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong.

    Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru yang dinilainya sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menyebut, keberhasilan berbagai profesi seperti pemimpin daerah, aparat TNI, Polri, hingga pejabat pemerintahan, tidak lepas dari peran guru dalam proses pendidikan sejak dini.

    “Bila ingin memperbaiki bangsa, maka perbaikilah sistem pendidikannya. Bila ingin memperbaiki sistem pendidikan, maka mulailah dari ruang kelasnya,” tegas Rudy.

    Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Bogor memiliki tantangan besar dalam sektor pendidikan, mengingat wilayahnya yang luas mencakup 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 6,19 juta jiwa.

    Menurut Rudy, kompleksitas tersebut menuntut kebijakan pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik.

    Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjutnya, terus melakukan berbagai upaya perbaikan, mulai dari pembangunan dan revitalisasi sekolah hingga penguatan sistem pendidikan yang lebih adaptif.

    Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan yang diberikan dalam bentuk bantuan revitalisasi sekolah di wilayah Kabupaten Bogor.

    “Selain pembangunan fisik sekolah, Pemkab Bogor juga berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas tenaga pengajar agar mutu pendidikan semakin baik,” ujarnya.

    Dalam hal sistem penerimaan siswa, Rudy menegaskan komitmen Pemkab Bogor untuk memastikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan secara transparan dan akuntabel.

    Ia memastikan tidak ada ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proses tersebut, sehingga seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

    “Kami ingin anak-anak, di mana pun mereka bersekolah, tetap mendapatkan fasilitas dan kualitas pendidikan yang setara di seluruh wilayah Kabupaten Bogor,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Rudy mengakui bahwa pembenahan pendidikan bukanlah pekerjaan instan, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

    Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan nonformal, termasuk peran pondok pesantren dan majelis keagamaan dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia.

    Melalui program bantuan keuangan infrastruktur desa tahun 2026, pemerintah desa didorong untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan fasilitas pendidikan dan keagamaan di wilayahnya.

    “Pemerintah desa dapat memanfaatkan anggaran tersebut untuk membantu fasilitas tempat ibadah dan lembaga keagamaan yang belum terdata secara langsung oleh Pemkab Bogor,” pungkas Rudy.

  • Bupati Bogor Percepat Penataan Wilayah Terintegrasi, Fokus Akses Jalan dan Kualitas Lingkungan

    Bupati Bogor Percepat Penataan Wilayah Terintegrasi, Fokus Akses Jalan dan Kualitas Lingkungan

    CIBINONG, BOGOR | detikNews — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memimpin rapat percepatan penataan wilayah yang digelar di Ruang Soekarno Hatta, Pendopo Bupati, Minggu (3/5/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mewujudkan tata wilayah yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

    Dalam arahannya, Bupati Bogor menegaskan bahwa penataan wilayah dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai pihak melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas tata ruang serta kenyamanan lingkungan bagi masyarakat.

    “Percepatan penataan wilayah di Kabupaten Bogor terus kami lakukan secara masif bersama seluruh pihak. Progres terus kami tingkatkan di titik-titik strategis seperti Jalan Cijayanti, Jalan Kemang-Parung, Flyover Cileungsi, Citeureup hingga kawasan Pakansari dan Tegar Beriman serta wilayah lainnya,” ujar Rudy Susmanto.

    Ia menjelaskan, program penataan wilayah ini bertujuan untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih tertata, akses transportasi yang lebih lancar, serta lingkungan yang lebih nyaman dan layak huni bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

    Menurutnya, penataan wilayah menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Ini adalah komitmen kami untuk terus menghadirkan perubahan yang nyata. Karena wajah Bogor adalah wajah Indonesia,” tegasnya.

    Rapat tersebut juga dihadiri oleh jajaran perangkat daerah terkait yang memiliki peran penting dalam mendukung percepatan program penataan wilayah di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, tata ruang, hingga lingkungan hidup.

    Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap pembangunan yang dilakukan dapat memberikan dampak positif secara merata, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

  • Bupati Bogor Rudy Susmanto Gelar Car Free Day di Tegar Beriman, Warga Antusias Ikuti CFD

    Bupati Bogor Rudy Susmanto Gelar Car Free Day di Tegar Beriman, Warga Antusias Ikuti CFD

    CIBINONG, BOGOR | detikNews — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turun langsung mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD) bersama masyarakat di kawasan Tegar Beriman, Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini disambut antusias warga dan menjadi momentum penting untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

    Sejak pagi hari, kawasan Tegar Beriman dipadati warga yang memanfaatkan Car Free Day untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati berbagai hiburan yang tersedia. Bupati Bogor Rudy Susmanto tampak berbaur dengan masyarakat, berjalan santai sambil menyapa warga dan meninjau langsung aktivitas di sepanjang area CFD.

    Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bogor tersebut menambah semarak suasana. Tidak hanya itu, kegiatan Car Free Day juga diramaikan oleh pelaku UMKM yang menjajakan berbagai produk lokal, serta pertunjukan seni budaya seperti Reog Ponorogo yang menarik perhatian pengunjung.

    Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin akhir pekan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mencerminkan keharmonisan masyarakat Kabupaten Bogor.

    “Car Free Day di Tegar Beriman menjadi potret kebersamaan dalam keberagaman. Di sini kita bisa melihat masyarakat berkumpul, berolahraga, menikmati seni budaya, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujarnya.

    Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses penataan kawasan Tegar Beriman. Pemerintah Kabupaten Bogor, kata dia, terus melakukan pembenahan agar kawasan tersebut menjadi lebih tertib, rapi, dan nyaman.

    “Kami berkomitmen untuk terus menata kawasan Tegar Beriman agar menjadi ruang publik yang representatif dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

    Menurutnya, keberadaan Car Free Day memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

    Melalui kegiatan Car Free Day, Pemerintah Kabupaten Bogor ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap pelaku UMKM.

    Antusiasme warga yang terus meningkat setiap pekan menjadi indikator bahwa Car Free Day di kawasan Tegar Beriman telah menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat Kabupaten Bogor.

  • Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kapolres Pantau Keberangkatan 115 Bus Buruh ke Monas pada May Day 2026

    Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kapolres Pantau Keberangkatan 115 Bus Buruh ke Monas pada May Day 2026

    Cibinong, Bogor | detikNews — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor melakukan monitoring langsung keberangkatan 115 bus yang mengangkut ribuan pekerja menuju Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026).

    Kegiatan monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor bersama jajaran keamanan untuk memastikan proses keberangkatan buruh berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ratusan bus yang diberangkatkan membawa para pekerja dari berbagai sektor dan organisasi menuju pusat peringatan May Day di Jakarta.

    Sebelum keberangkatan, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran dan masyarakat melaksanakan shalat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Wathon. Kegiatan ini menjadi simbol doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan Hari Buruh berjalan lancar tanpa kendala.

    Rudy Susmanto menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tahun ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan antarpekerja sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap pembangunan nasional.

    Menurutnya, antusiasme buruh dari Kabupaten Bogor pada May Day 2026 meningkat signifikan. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang diberangkatkan serta keterlibatan berbagai kelompok pekerja dari beragam sektor industri.

    “Ini adalah momentum yang membanggakan. Para pekerja hadir dengan semangat kebersamaan untuk membangun bangsa. Antusiasme buruh dari Kabupaten Bogor sangat luar biasa, melibatkan berbagai unit dan kelompok,” ujar Rudy Susmanto.

    Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan sesuai prosedur, termasuk aspek keamanan, kenyamanan, dan pengaturan lalu lintas.

    Sebanyak lebih dari 100 bus yang disiapkan menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memfasilitasi para pekerja untuk mengikuti peringatan May Day secara tertib dan terorganisir.

    Para buruh dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan di Monas, termasuk agenda silaturahmi nasional dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan pekerja.

    Rudy Susmanto juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas terselenggaranya peringatan Hari Buruh yang dinilai mampu menyatukan berbagai elemen pekerja dari seluruh Indonesia.

    “Terima kasih kepada Bapak Presiden. Momentum ini sangat inspiratif karena mampu mempersatukan berbagai kelompok dan organisasi pekerja dalam suasana kebersamaan,” tambahnya.

    Dengan semangat solidaritas dan kebersamaan, ribuan pekerja dari Kabupaten Bogor berangkat menuju Jakarta dengan penuh antusias. Diharapkan, peringatan May Day 2026 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan buruh di masa depan.