close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.7 C
Jakarta
Monday, May 4, 2026

Pesantren Eco Saintek Muhammadiyah Resmi Hadir di Kota Bogor, Usung Konsep Ramah Lingkungan Berbasis Sains dan Teknologi

KOTA BOGOR | detikNews Pesantren SMA Eco Saintek Muhammadiyah resmi diluncurkan di Kota Bogor, menghadirkan konsep pendidikan ramah lingkungan berbasis sains dan teknologi yang masih tergolong langka di Indonesia. Kehadiran pesantren ini diharapkan menjadi model baru pendidikan berkelanjutan yang mengintegrasikan karakter, lingkungan, dan inovasi teknologi.

Peresmian Pesantren SMA Eco Saintek Muhammadiyah berlangsung di Jalan Al-Hikmah, Gang Warung Nangka, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (3/5/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kehadiran SMA Eco Saintek Muhammadiyah merupakan bagian dari amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan yang mengusung konsep ramah lingkungan berbasis sains dan teknologi.

Menurutnya, sekolah ini dirancang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai ekosistem pembelajaran yang mendukung kesadaran lingkungan.

Baca juga:  Pemkot Bogor Perkuat Sektor Pendidikan 2026, Anggaran Tembus 20 Persen dan Perluas Beasiswa

“Ini merupakan SMA yang dirancang sebagai satuan pendidikan ramah lingkungan dengan berbagai infrastruktur berwawasan lingkungan. Namun yang lebih penting adalah membangun karakter murid dan santri agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kemampuan mengelolanya dengan keunggulan di bidang sains dan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep pesantren Eco Saintek masih tergolong langka di Indonesia. Karena itu, kehadirannya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pesantren lain dalam mengembangkan sistem pendidikan berbasis lingkungan.

Abdul Mu’ti juga menyinggung program sekolah Adiwiyata yang telah berjalan di Indonesia. Ia menilai, konsep Eco Saintek dapat menjadi pengembangan lebih lanjut.

“Ini bisa menjadi model Adiwiyata Plus, yang tidak hanya fokus pada penghijauan, tetapi juga membangun sistem pendidikan serta karakter murid yang peduli terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.

Baca juga:  Rudy Susmanto Tegaskan Perbaikan Pendidikan Dimulai dari Ruang Kelas, Komitmen Benahi Sistem di Kabupaten Bogor

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik kehadiran pesantren tersebut. Ia menilai konsep Eco Saintek sejalan dengan program Pemerintah Kota Bogor, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan persampahan.

Pemkot Bogor, lanjut Dedie, siap memfasilitasi konektivitas program Eco Saintek dengan sistem pengelolaan sampah di wilayah Bogor Selatan.

“Konsep Eco Saintek tidak hanya berbicara soal lingkungan dan teknologi, tetapi juga praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari santri,” ucapnya.

Ia mengaku bangga atas hadirnya Pesantren Muhammadiyah tersebut dan berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Pemkot Bogor saat ini tengah menggalakkan program pemilahan dan pengolahan sampah dari hulu. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah juga menyiapkan pembangunan dua fasilitas pengolahan sampah modern.

Baca juga:  Kejari Banjarmasin Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Sewa Server Disdik, Total Jadi 3 Orang

“Kita akan membangun dua pembangkit listrik tenaga sampah, yaitu di Galuga dengan kapasitas 1.500 ton sampah per hari dan di Kayumanis dengan kapasitas 1.000 ton per hari,” ungkap Dedie.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Dedie Rachim berharap, Muhammadiyah dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah dari hulu sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Dengan konsep Eco Saintek yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, dan kepedulian lingkungan, Pesantren SMA Eco Saintek Muhammadiyah di Kota Bogor diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Berita Terpopuler

Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Kapolres Pantau Keberangkatan 115 Bus Buruh ke Monas pada May Day 2026

Cibinong, Bogor | detikNews — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor melakukan monitoring langsung keberangkatan 115 bus yang mengangkut ribuan pekerja menuju Monumen Nasional...

Kejati Sumsel Sita 13 Truk dan 1 Excavator dalam Kasus Dugaan Korupsi Distribusi Semen PT KMM

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menyita 13 unit truk dan satu alat berat excavator dalam penggeledahan kasus dugaan korupsi distribusi semen...

TP-PKK Kabupaten Bogor Raih Juara Favorit Pusaka Karya Nusantara 2026, Batik Lokal Curi Perhatian

TP-PKK Kabupaten Bogor berhasil mencuri perhatian nasional dengan meraih juara favorit dalam ajang Pusaka Pusat Karya Nusantara 2026. Penampilan batik khas Bogor dalam parade...

Kejati Kalbar Selamatkan Rp55 Miliar dari Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit, Total Pemulihan Capai Rp170 Miliar

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) kembali menunjukkan progres signifikan dalam penanganan dugaan korupsi sektor pertambangan bauksit dengan menyelamatkan uang negara sebesar Rp55 miliar....

Bupati Bogor Tinjau Jalur Kunjungan Presiden Prabowo ke Universitas Pertahanan, Pastikan Keamanan dan Pimpin Jajaran Kehormatan

BABAKAN MADANG | detikNews – Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung meninjau jalur kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Universitas Pertahanan Indonesia, Kamis...

DPO Kasus Asusila Ode Usman Ditangkap di Buru, Sembunyi di Rumah Saudara

Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru berhasil mengamankan buronan kasus asusila, Ode Usman, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Maluku...
Berita terbaru
Berita Terkait