Pihak Kepolisian Ungkap Informasi Terbaru Mengenai Perkembangan Pembunuhan Dosen di UIN Raden Mas Said

Pihak Kepolisian Ungkap Informasi Terbaru Mengenai Perkembangan Pembunuhan Dosen di UIN Raden Mas Said

Sukoharjo | detikNews Kepolisian telah mengungkapkan informasi baru terkait dengan pembunuhan seorang dosen di UIN Raden Mas Said (RMS) Solo yang dilakukan oleh seorang individu bernama D (23), dan korban bernama Wahyu Dian Silviani. Menurut Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit, ada fakta-fakta menarik terkait periode penungguan tersangka sebelum melakukan aksinya.

Saat pertama kali datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), D tidak dapat melaksanakan niat jahatnya karena situasi yang tidak memungkinkan. Kejadian itu terjadi pada hari Senin. D baru merencanakan aksinya pada malam harinya setelah jam kerjanya selesai. Namun, karena saat itu ada banyak orang di sekitar, ia mengurungkan niatnya.

Baca juga:  Pusterad Berikan Bimbingan Teknis dan Kajian Teritorial di Kodim 1620/Loteng

Kapolres menjelaskan bahwa D sebenarnya sudah memiliki niat untuk membunuh dosen UIN tersebut sejak hari Senin sebelumnya. Namun, setiap kali D mencoba untuk pergi ke TKP guna menjalankan rencananya, ia selalu bertemu dengan orang lain dan mengaku sedang mencari belut. Kondisi ini membuatnya kesulitan untuk melaksanakan aksinya. Barulah pada hari ketiga, yaitu Kamis malam, D mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan rencananya.

Baca juga:  Komitmen Bangun Zona Integritas Bebas Korupsi Dijajaran Kanwil Kemenkumham NTB Diapresiasi Pemprov NTB

Pada hari ketiga itu, D telah mempersiapkan diri dengan menggunakan buff untuk menutupi wajahnya dan membawa sarung agar tidak terlihat mencurigakan. Kapolres mengungkapkan bahwa D tidak berada dalam pengaruh minuman keras (miras) saat melakukan aksinya. Menurutnya, D dalam kondisi sehat dan memiliki sifat pendek pendek.

Sebelumnya, Polres Sukoharjo berhasil menangkap D, yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap Wahyu Dian Silviani, dosen di UIN Raden Mas Said Solo. D adalah seorang warga Tempel, Gatak, Sukoharjo. Informasi ini diungkapkan oleh Kapolres sebagai upaya untuk memahami lebih lanjut latar belakang dan motif di balik tindakan tragis ini. (mm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *