Tag: Indonesia Emas 2045

  • Kabupaten Bogor Raih Predikat AA Kearsipan Nasional 2026, Bukti Tata Kelola Arsip Makin Transparan

    Kabupaten Bogor Raih Predikat AA Kearsipan Nasional 2026, Bukti Tata Kelola Arsip Makin Transparan

    JAKARTA | detikNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD), Kabupaten Bogor berhasil meraih penghargaan Penyelenggaraan Kearsipan kategori “AA” atau Sangat Memuaskan dengan skor 93,97 pada peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026.

    Penghargaan bergengsi tersebut diberikan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam ajang Anugerah Kearsipan yang digelar di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Penghargaan diterima langsung Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor, Iwan Irawan, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto.

    Capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan Pemkab Bogor dalam membangun tata kelola arsip yang tertib, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Sistem kearsipan yang baik dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menjaga memori kolektif perjalanan pembangunan daerah.

    Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mego Pinandito, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan kearsipan di Indonesia atas dedikasi dan kontribusi dalam membangun budaya tertib arsip nasional.

    Menurutnya, arsip tidak hanya berfungsi sebagai catatan sejarah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan profesional.

    “Peran arsip tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga pondasi penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Ia menegaskan, momentum Hari Kearsipan Nasional harus menjadi penguat komitmen bersama dalam melakukan transformasi sistem kearsipan melalui inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi digital.

    “Kami optimistis, dengan semangat kolaborasi dan transformasi, kearsipan Indonesia akan semakin berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berdaya guna serta mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

    Sementara itu, Kepala DAPD Kabupaten Bogor, Iwan Irawan, mengatakan penghargaan kategori AA dengan skor 93,97 merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah di bawah arahan Bupati Bogor.

    Menurutnya, budaya sadar arsip terus diperkuat di lingkungan Pemkab Bogor agar pengelolaan dokumen pemerintahan semakin modern dan terintegrasi.

    “Penghargaan kategori AA dengan skor 93,97 ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan di Kabupaten Bogor. Arsip bukan hanya dokumen administrasi, tetapi menjadi sumber informasi, alat pertanggungjawaban, sekaligus memori perjalanan pembangunan daerah,” ungkap Iwan.

    Ia menambahkan, DAPD Kabupaten Bogor akan terus mendorong transformasi kearsipan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

    “Kami akan terus memperkuat tata kelola arsip yang modern, inovatif, dan terintegrasi, sehingga mampu mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan, efektif, dan melayani. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kearsipan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

    Pemkab Bogor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengelolaan arsip daerah. Dengan kolaborasi yang kuat, budaya sadar arsip diharapkan semakin tumbuh dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional di Kabupaten Bogor.

  • BPOM RI Gandeng Pemkab Bogor dan UNHAN Cegah Penyalahgunaan OOT di Kalangan Remaja

    BPOM RI Gandeng Pemkab Bogor dan UNHAN Cegah Penyalahgunaan OOT di Kalangan Remaja

    SENTUL, BOGOR | detikNews – Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya dalam mendukung Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) bersama Universitas Pertahanan RI (UNHAN), Senin (18/5/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 2 Kampus UNHAN Sentul tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, dan Pemerintah Kota Depok sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah penyalahgunaan obat di masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

    Aksi nasional ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat edukasi, pengawasan, serta pencegahan penyalahgunaan OOT yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi merusak masa depan generasi bangsa.

    Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung penuh gerakan nasional tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

    Menurutnya, Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 6,1 juta jiwa memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung program nasional pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu.

    “Pemerintah Kabupaten Bogor sangat mendukung penuh kolaborasi BPOM bersama UNHAN dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat-obat tertentu demi menyelamatkan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa penyalahgunaan OOT bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga ancaman serius terhadap ketahanan nasional.

    Ia menyoroti tingginya kerentanan remaja terhadap penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang dapat memicu berbagai dampak sosial jika tidak ditangani secara serius sejak dini.

    Menurut Taruna Ikrar, sejarah menunjukkan bahwa kehancuran sebuah bangsa tidak hanya berasal dari ancaman eksternal, tetapi juga akibat kerusakan internal, termasuk rusaknya generasi muda karena penyalahgunaan zat adiktif.

    “Bangsa yang besar bisa runtuh jika generasinya lemah karena narkotika dan obat-obatan. Ini bukan hanya isu kesehatan, tapi juga isu ketahanan nasional,” tegasnya.

    Di sisi lain, Kepala Balai POM Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi rencana aksi nasional yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, aparat penegak hukum, komunitas, hingga dunia usaha.

    Program tersebut nantinya akan dilanjutkan melalui intervensi edukasi ke ribuan sekolah di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok melalui program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) secara berkelanjutan.

    Menurutnya, sinergi antara BPOM, UNHAN, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan gerakan bersama yang masif, terstruktur, dan berkelanjutan dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan OOT.

    “Tentunya dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan OOT,” imbuhnya.

  • Tapakan Pramuka Garuda 2026 Jadi Kawah Candradimuka Generasi Emas Kabupaten Bogor

    Tapakan Pramuka Garuda 2026 Jadi Kawah Candradimuka Generasi Emas Kabupaten Bogor

    SUKARAJA, Bogor | detikNews — Kegiatan Tapakan Pramuka Garuda 2026 menjadi momentum strategis dalam membentuk karakter generasi muda Kabupaten Bogor. Digelar di Bumi Perkemahan Cimandala, Sukaraja, pada 7–9 Mei 2026, kegiatan ini diikuti ribuan peserta dan diproyeksikan sebagai “kawah candradimuka” menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

    Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkarakter melalui kegiatan Tapakan Pramuka Garuda Tahun 2026. Kegiatan tahunan ini berlangsung di Bumi Perkemahan Cimandala, Sukaraja, dan diikuti sebanyak 2.302 peserta dari berbagai golongan, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega.

    Para peserta berasal dari seluruh Kwartir Ranting se-Kabupaten Bogor dan mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan.

    Sejak hari pertama, peserta telah dibiasakan menjalani berbagai aktivitas yang mendorong kemandirian dan disiplin. Kegiatan dimulai dari upacara pembukaan, senam bersama, hingga pelatihan keterampilan kepramukaan. Selain itu, berbagai aktivitas edukatif juga diberikan untuk melatih kerja sama tim dan tanggung jawab.

    Bagi peserta Penegak dan Pandega, kegiatan semakin diperkaya melalui kunjungan edukatif ke berbagai instansi strategis di Kabupaten Bogor, seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pariwisata. Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar langsung sekaligus memperluas wawasan terhadap isu pembangunan daerah.

    Sementara itu, peserta Penggalang mengikuti uji wawasan kepramukaan berbasis teknologi digital menggunakan gawai. Metode ini menjadi bentuk adaptasi pendidikan kepramukaan terhadap perkembangan zaman, sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan bagi generasi muda.

    Semangat kebersamaan tampak kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Hal ini terlihat dari berbagai dinamika kelompok, permainan edukatif, hingga pentas seni yang meriah. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika seluruh peserta menyanyikan lagu “Bogor Istimewa” secara serentak, disertai koreografi bertema “Garuda 2026”.

    Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor, Agus Ridallah, menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berjiwa kepemimpinan.

    “Melalui kegiatan seperti Tapakan Garuda, para peserta dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, serta kepedulian sosial yang tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

    Ia berharap para Pramuka Garuda dapat tumbuh menjadi generasi muda berkualitas dengan karakter kuat serta siap menjadi pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

    Selain pembinaan karakter, kegiatan Tapakan Garuda 2026 juga diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim serta pemberian penghargaan kepada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi selama kegiatan berlangsung.

    Melalui kegiatan ini, Kwarcab Kabupaten Bogor menegaskan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi pondasi utama dalam membangun generasi muda yang kreatif, mandiri, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan berlandaskan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

  • Rudy Susmanto Dukung Penuh Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini, Kunci Indonesia Bebas Korupsi

    Rudy Susmanto Dukung Penuh Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini, Kunci Indonesia Bebas Korupsi

    JAKARTA | detikNews – Rudy Susmanto memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) yang diinisiasi pemerintah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi. Program ini dinilai sebagai langkah strategis membangun karakter generasi muda yang berintegritas sejak dini demi mewujudkan Indonesia bebas korupsi menuju visi Indonesia Emas 2045.

    Peluncuran Panduan Pendidikan Antikorupsi (PAK) dilaksanakan di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Senin (11/5), dengan melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua KPK, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta Wakil Ketua KPK RI.

    Dalam acara tersebut, Bupati Bogor, Rudy Susmanto menerima panduan secara simbolis bersama sejumlah kepala daerah lainnya. Turut mendampingi, Sekretaris Daerah dan Inspektur Kabupaten Bogor.

    Rudy menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul. Ia menilai nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini melalui sistem pendidikan yang terstruktur.

    “Apresiasi setinggi-tingginya atas diluncurkannya Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi sebagai upaya membangun budaya antikorupsi sejak dini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan masa depan tanpa korupsi,” ujar Rudy.

    Lebih lanjut, Rudy menyatakan bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah investasi pada kualitas manusia. Menurutnya, generasi muda harus dibekali dengan nilai integritas yang kuat agar mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

    Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menjelaskan bahwa peluncuran panduan ini menjadi tonggak penting dalam strategi pemberantasan korupsi di Indonesia.

    Menurutnya, pendekatan hukum saja tidak cukup untuk memberantas korupsi secara menyeluruh. Pendidikan karakter di sekolah menjadi kunci utama dalam membentuk budaya antikorupsi.

    “Kami meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi harus dimulai dari pendidikan karakter di ruang-ruang kelas,” jelas Setyo.

    Ia menambahkan, melalui panduan ini pemerintah ingin memastikan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta amanah diajarkan secara sistematis dan merata di seluruh Indonesia.

    Setyo berharap, generasi muda Indonesia ke depan mampu tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas tinggi dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari praktik korupsi.