Tag: hari jadi bogor 544

  • OB Van Teman FM Goes to School di SMPN 1 Cijeruk, Tingkatkan Literasi Radio dan Komunikasi Pelajar Bogor

    OB Van Teman FM Goes to School di SMPN 1 Cijeruk, Tingkatkan Literasi Radio dan Komunikasi Pelajar Bogor

    CIJERUK, Bogor | detikNews – Program “OB Van Teman FM Goes to School” yang digelar Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor mendapat sambutan meriah dari para siswa SMP Negeri 1 Cijeruk, Kamis (21/5/2026). Kegiatan edukatif ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus upaya meningkatkan literasi komunikasi dan informasi di kalangan pelajar.

    Kehadiran OB Van Teman FM 95,3 FM di lingkungan sekolah memberikan pengalaman belajar berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan materi tentang dunia penyiaran radio, tetapi juga berkesempatan mencoba langsung proses siaran bersama tim radio profesional.

    Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal menjelaskan, program tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor sebagai langkah memperkenalkan kembali media radio kepada generasi muda di era digital.

    Menurutnya, radio tetap memiliki peran penting sebagai media informasi, edukasi, dan komunikasi publik yang relevan hingga saat ini.

    “Radio mungkin dianggap media lama oleh sebagian generasi muda, tetapi radio memiliki sejarah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kami ingin generasi muda memahami bahwa radio masih relevan sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi publik,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal berbagai proses kerja di dunia penyiaran, mulai dari menjadi penyiar radio, operator siaran, hingga narasumber dalam program radio interaktif.

    Bambang menuturkan, metode pembelajaran interaktif seperti ini diharapkan mampu meningkatkan keberanian berbicara, kemampuan komunikasi, serta kreativitas para pelajar sejak usia dini.

    “Anak-anak kami ajak praktik langsung agar mereka lebih percaya diri dan memahami bagaimana komunikasi publik bekerja. Ini juga menjadi bagian dari pendidikan literasi informasi yang penting di era sekarang,” katanya.

    Selain memperkenalkan dunia radio, Diskominfo Kabupaten Bogor juga memberikan pemahaman mengenai teknologi komunikasi, termasuk sistem frekuensi radio yang digunakan dalam siaran.

    Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi pemanfaatan teknologi informasi secara positif di kalangan pelajar Kabupaten Bogor.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan siswa, meningkatkan semangat belajar, serta membangun rasa percaya diri generasi muda,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Cijeruk, Yeni Yuningsih mengapresiasi kehadiran Diskominfo Kabupaten Bogor dan tim Radio Teman FM 95,3 FM yang telah memberikan pengalaman belajar baru bagi para siswa.

    Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena mampu memperkenalkan dunia komunikasi dan penyiaran secara langsung kepada peserta didik.

    “Kami merasa bangga sekolah kami dapat dikunjungi langsung oleh tim Diskominfo Kabupaten Bogor dan Radio Teman FM. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan materi yang disampaikan juga mudah dipahami,” ujarnya.

    Ia menilai, pendekatan pembelajaran interaktif seperti ini mampu memberikan motivasi baru kepada siswa dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi.

    “Anak-anak jadi mengetahui bagaimana proses siaran radio berlangsung dan memahami fungsi radio sebagai media informasi serta edukasi,” katanya.

    Antusiasme tinggi juga datang dari para siswa. Salah satu siswi SMP Negeri 1 Cijeruk, Namira Ayu Anggraini mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang berbeda dari proses belajar di kelas.

    “Kegiatan ini seru banget dan menambah pengalaman baru tentang dunia radio dan komunikasi. Jadi lebih tahu bagaimana proses siaran radio berjalan,” ungkapnya.

    Hal serupa disampaikan siswa lainnya, Aifaz. Ia menilai kegiatan bersama tim Teman FM berlangsung menyenangkan dan memberikan pengalaman belajar yang interaktif.

    “Menurut kami kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan. Tim Radio Teman FM juga ramah sehingga kami menikmati seluruh kegiatan,” katanya.

    Para siswa berharap program “Teman FM Goes to School” dapat terus hadir di berbagai sekolah dengan durasi kegiatan yang lebih panjang agar semakin banyak pelajar mendapatkan pengalaman belajar interaktif tentang dunia penyiaran dan komunikasi publik.

  • Pelayanan Publik 100 Jam Nonstop Resmi Dimulai di Kabupaten Bogor, Warga Kini Bisa Urus Dokumen Hingga Dini Hari

    Pelayanan Publik 100 Jam Nonstop Resmi Dimulai di Kabupaten Bogor, Warga Kini Bisa Urus Dokumen Hingga Dini Hari

    Pemerintah Kabupaten Bogor resmi memulai program pelayanan publik 100 jam nonstop dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Program yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP Kabupaten Bogor ini menghadirkan layanan administrasi dan perizinan selama 24 jam penuh mulai 18 hingga 22 Mei 2026, guna memberikan kemudahan dan fleksibilitas waktu bagi masyarakat.

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi memulai pelayanan publik 100 jam nonstop sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

    Program inovatif tersebut mulai berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 dan akan berjalan selama lima hari penuh hingga 22 Mei 2026 di Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP Kabupaten Bogor, Cibinong.

    Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi, perizinan, hingga dokumen kependudukan selama 24 jam tanpa henti. Kebijakan tersebut menjadi langkah nyata Pemkab Bogor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih fleksibel, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat.

    Program pelayanan publik 100 jam nonstop ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang mendorong seluruh perangkat daerah menghadirkan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan warga.

    Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, mengatakan program tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

    “Program ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor ke-544. Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih optimal dengan menambah jam operasional hingga 100 jam nonstop,” ujarnya.

    Menurut Agus Ridho, pelayanan tanpa henti tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas waktu kepada masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengurus administrasi pada jam kerja normal.

    Dengan sistem pelayanan 24 jam, masyarakat kini dapat datang pada malam hari hingga dini hari untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan pada siang hari.

    “Ini menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu. Mereka tetap bisa mengakses layanan publik kapan saja selama program berlangsung,” jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, sebanyak 31 tenant layanan dari berbagai perangkat daerah dan instansi vertikal ikut berpartisipasi. Mayoritas tenant membuka pelayanan penuh selama lima hari kegiatan, sementara beberapa layanan menyesuaikan operasional sesuai ketersediaan personel.

    Berbagai layanan yang tersedia langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat sejak hari pertama pelaksanaan. Antusiasme warga terlihat dari tingginya aktivitas pelayanan, terutama pada layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres serta layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil.

    Pemkab Bogor berharap program pelayanan publik 100 jam nonstop ini dapat menjadi inovasi pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat transformasi birokrasi yang lebih modern dan responsif.

    Selain mempermudah akses layanan, kegiatan ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di era digital dan mobilitas tinggi.

  • Festival Budaya Nusantara di Stadion Pakansari Meriahkan HJB ke-544, Tampilkan Budaya 22 Provinsi

    Festival Budaya Nusantara di Stadion Pakansari Meriahkan HJB ke-544, Tampilkan Budaya 22 Provinsi

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Festival Budaya Nusantara sukses menyemarakkan rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong. Kegiatan ini menjadi magnet budaya sekaligus momentum memperkuat semangat kebhinekaan dan pelestarian warisan budaya di Kabupaten Bogor.

    Festival tersebut menghadirkan beragam kekayaan budaya dari 22 provinsi di Indonesia, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pameran pakaian adat, hingga sajian kuliner khas daerah yang menarik perhatian ribuan pengunjung.

    Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa Festival Budaya Nusantara merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor dengan Sekolah Vokasi IPB University.

    Menurutnya, festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari upaya edukasi budaya bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah rutin diselenggarakan selama 17 tahun oleh Sekolah Vokasi IPB sebagai bentuk pengenalan budaya nusantara.

    “Untuk pertama kalinya Festival Budaya Nusantara digelar di Kabupaten Bogor. Ini menjadi bagian penting dalam membangun daerah dengan semangat kebhinekaan,” ujar Ajat.

    Ia menambahkan, rangkaian HJB ke-544 memang dirancang dengan nuansa budaya sebagai pembuka, guna memperkuat identitas dan keberagaman yang dimiliki Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.

    Dalam festival ini, berbagai budaya dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Papua ditampilkan secara atraktif. Tidak hanya pertunjukan seni, pengunjung juga dapat menikmati aneka makanan khas daerah yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner nusantara.

    Ajat turut mengapresiasi para mahasiswa semester dua Sekolah Vokasi IPB yang dinilai mampu menghadirkan event budaya berskala besar melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor serta komunitas budaya dari berbagai daerah.

    “Ini luar biasa, karena mahasiswa mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menampilkan seni budaya, tetapi juga memperkenalkan kuliner dan warisan budaya yang harus terus dijaga,” katanya.

    Lebih lanjut, Ajat menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam melestarikan budaya dan sejarah daerah. Hal tersebut tercermin dari penguatan sektor kebudayaan, termasuk keberadaan Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri.

    Menurutnya, perhatian besar Bupati Bogor terhadap kebudayaan tidak hanya sebatas pelestarian situs sejarah, tetapi juga penguatan kelembagaan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang budaya.

    “Komitmen ini menjadi bukti bahwa kebudayaan adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” tutup Ajat.