Tag: lapangan kerja Bogor

  • Bogor Jadi Pusat Pembinaan Atlet Dunia, Akademi Olahraga Nasional Segera Dibangun di Rancabungur

    Bogor Jadi Pusat Pembinaan Atlet Dunia, Akademi Olahraga Nasional Segera Dibangun di Rancabungur

    Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat langkah menuju hadirnya kawasan olahraga terbesar bertaraf internasional di Indonesia. Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya mengawal pembangunan Akademi Olahraga Nasional, Pusat Pelatihan Tim Nasional, dan Sports Center kelas dunia di Kecamatan Rancabungur yang diproyeksikan menjadi salah satu kompleks olahraga terbesar di dunia.

    CIBINONG, BOGOR | detikNews – Pemerintah Kabupaten Bogor terus menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang olahraga. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan Akademi Olahraga Nasional, Pusat Pelatihan Tim Nasional, serta Sports Center bertaraf internasional di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

    Komitmen tersebut disampaikan Rudy Susmanto saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pelaksanaan Program Prioritas Keolahragaan Nasional yang berlangsung di Pendopo Bupati Bogor, Senin (18/5/2026).

    Menurut Rudy, kawasan strategis di Rancabungur itu tidak hanya dirancang sebagai pusat olahraga modern berstandar internasional, tetapi juga akan terintegrasi dengan fasilitas pendidikan lengkap mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

    “Harapannya, pembangunan ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Rudy Susmanto.

    Ia menambahkan, konsep pembangunan terpadu tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan olahraga nasional yang berkelanjutan. Selain mencetak atlet berprestasi dunia, kawasan ini juga akan menjadi pusat pendidikan olahraga modern di Indonesia.

    Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gunawan Suswantoro, menjelaskan bahwa Akademi Olahraga Nasional nantinya akan terintegrasi dengan sistem pendidikan khusus bagi atlet berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.

    “Di dalamnya ada sekolah dan fasilitas olahraga lengkap. Ini untuk menyiapkan atlet-atlet terbaik dari 21 cabang olahraga yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden,” jelas Gunawan.

    Pemerintah pusat juga telah menetapkan kebutuhan lahan sekitar 500 hektare untuk mendukung pembangunan kawasan olahraga tersebut. Proyek akan direalisasikan secara bertahap selama tiga tahun.

    Menurut Gunawan, tahap perencanaan dilakukan pada tahun 2026 agar seluruh proses berjalan tertib dan matang. Selanjutnya, pembangunan fisik dijadwalkan dimulai pada 2027 hingga 2028, dengan target penyelesaian pada awal 2029.

    “Perencanaan dilakukan tahun ini agar tertib, kemudian pembangunan dimulai 2027 hingga 2028, dan ditargetkan rampung pada awal 2029,” tambahnya.

    Terkait penetapan lokasi pembangunan, Gunawan menegaskan bahwa kawasan Rancabungur dipilih langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai lokasi pembangunan pusat olahraga nasional tersebut.

    “Yang menentukan lokasi adalah Bapak Presiden. Beliau yang memilih Ranca Bungur sebagai kawasan pembangunan,” tegasnya.

    Keberadaan Akademi Olahraga Nasional dan Sports Center bertaraf dunia ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai salah satu kawasan strategis pengembangan olahraga nasional di Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

    Selain menjadi pusat pembinaan atlet nasional, proyek besar tersebut juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan sektor pendidikan, pariwisata olahraga, hingga industri pendukung lainnya.

  • Rudy Susmanto Dorong Investasi Ramah Lingkungan di Bogor, Perizinan Usaha Dipastikan Gratis dan Cepat

    Rudy Susmanto Dorong Investasi Ramah Lingkungan di Bogor, Perizinan Usaha Dipastikan Gratis dan Cepat

    BABAKAN MADANG, BOGOR |detikNews – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya dalam mendorong investasi ramah lingkungan sekaligus memastikan seluruh proses perizinan usaha berjalan cepat, mudah, dan tanpa biaya. Kebijakan ini ditegaskan saat peresmian Kafe Warisan Kopi di Desa Bojong Koneng, Selasa (5/5), sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah berbasis keberlanjutan.

    Pemerintah Kabupaten Bogor terus menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk tidak hanya harus menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga wajib memperhatikan aspek lingkungan.

    Dalam peresmian Kafe Warisan Kopi yang turut dihadiri Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan sejumlah tokoh nasional, Rudy menyampaikan apresiasi kepada investor yang telah mempercayakan Kabupaten Bogor sebagai lokasi pengembangan usaha.

    Ia memastikan bahwa proyek yang dibangun telah memenuhi seluruh aspek legalitas serta sesuai dengan aturan tata ruang yang berlaku. Pemerintah daerah, kata Rudy, tidak akan memberikan izin kepada proyek yang tidak memenuhi standar tersebut.

    “Keberadaan kami di sini menjadi bukti bahwa seluruh proses legalitas telah terpenuhi dan sesuai aturan. Semua sudah melalui kajian yang matang,” ujar Rudy.

    Lebih lanjut, Rudy menyoroti konsep pembangunan kawasan yang dinilai mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa koefisien dasar bangunan (KDB) di lokasi tersebut hanya mencapai 7,4 persen, sehingga sebagian besar lahan tetap difungsikan sebagai ruang terbuka hijau.

    Menurutnya, lebih dari 90 persen kawasan tersebut tetap menjadi area resapan air yang dikelola melalui sistem kolam sebelum dialirkan ke sungai. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana investasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

    “Ini adalah contoh investasi yang tidak merusak alam, justru menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.

    Selain fokus pada investasi, Rudy juga memaparkan potensi besar sektor pariwisata di Kabupaten Bogor. Ia menyebut banyak destinasi tersembunyi atau hidden gem yang kini mulai berkembang dan menarik minat wisatawan.

    Salah satu yang disoroti adalah kawasan wisata di Cijayanti yang menawarkan konsep unik dan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Untuk mendukung pertumbuhan sektor ini, Pemkab Bogor terus mempercepat pembangunan infrastruktur.

    Salah satunya adalah pembangunan jalur baru yang menghubungkan kawasan Sentul hingga Cikeas dengan lebar jalan mencapai 30 meter. Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2026 dan diharapkan mampu mengurai kemacetan.

    “Jangan sampai destinasi wisata berkembang pesat, tetapi akses jalannya justru menjadi hambatan. Infrastruktur harus mengikuti,” tegasnya.

    Selain itu, pemerintah juga membuka akses menuju kawasan strategis lainnya seperti Kebun Teh Malasari di Nanggung dan jalur timur di sepanjang Sungai Cipamingkis yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

    Di sektor ekonomi, Rudy mendorong pelaku usaha untuk memperpanjang jam operasional hingga 24 jam. Menurutnya, langkah ini dapat membuka peluang besar dalam penciptaan lapangan kerja.

    Ia memproyeksikan, jika terdapat 2.000 gerai usaha yang masing-masing menambah 10 tenaga kerja, maka akan tercipta hingga 20.000 lapangan kerja baru di Kabupaten Bogor.

    “Bogor adalah kabupaten yang tidak pernah tidur. Aktivitas ekonomi harus terus bergerak,” ungkapnya.

    Tak kalah penting, Rudy juga menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar dalam proses perizinan. Ia memastikan bahwa seluruh layanan perizinan kini diberikan secara gratis.

    “Perizinan di Kabupaten Bogor saat ini tidak ada biaya. Jika masih ditemukan praktik tidak sesuai aturan, silakan laporkan, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

    Sementara itu, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengapresiasi kemudahan perizinan di Kabupaten Bogor yang dinilai sangat mendukung percepatan investasi. Ia menyebut proses pembangunan Kafe Warisan Kopi dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun berkat sistem yang efisien.

    Moeldoko juga menyoroti dampak ekonomi dari kehadiran kafe tersebut, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penataan sistem parkir yang lebih tertib dan terjangkau.

    Menurutnya, konsep yang diusung tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

    “Konsepnya sangat kuat, tidak hanya bisnis tetapi juga pemberdayaan UMKM dan menjaga lingkungan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pembangunan kawasan tetap mempertahankan seluruh pohon yang ada sebagai bagian dari ekosistem alami. Selain itu, fasilitas yang tersedia juga mendukung tren work from cafe (WFC) dengan konektivitas yang memadai.

    Moeldoko berharap kehadiran Kafe Warisan Kopi dapat menjadi ruang produktif sekaligus rekreatif bagi masyarakat, serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi lingkungan sekitar.