Tag: inovasi daerah Bogor

  • UKPBJ Kabupaten Bogor Luncurkan Inovasi SERUAN PBJ untuk Perkuat Tata Kelola Pengadaan Digital

    UKPBJ Kabupaten Bogor Luncurkan Inovasi SERUAN PBJ untuk Perkuat Tata Kelola Pengadaan Digital

    CIBINONG, Bogor | detikNews – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Sekretariat Daerah resmi meluncurkan inovasi bertajuk SERUAN PBJ (Selasa Rutin Bulanan) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

    Peluncuran inovasi tersebut dilakukan atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, guna mendorong transformasi sistem pembinaan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor agar lebih adaptif terhadap perkembangan digitalisasi pengadaan pemerintah.

    Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Bogor, Arie Fikriansyah mengatakan, SERUAN PBJ hadir sebagai inovasi berbasis digital dan hybrid meeting yang dirancang untuk mengubah pola pembinaan pengadaan konvensional menjadi sistem pembelajaran kolaboratif, fleksibel, dan berkelanjutan.

    “SERUAN PBJ menjadi bentuk transformasi pembinaan pengadaan barang dan jasa dari pola konvensional menjadi sistem pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi informasi yang dapat diakses seluruh perangkat daerah,” ujar Arie.

    Menurutnya, perkembangan regulasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ) yang sangat dinamis, termasuk percepatan digitalisasi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui E-Katalog dan e-purchasing, menuntut seluruh instansi pemerintah untuk bergerak lebih adaptif dan responsif.

    Selama ini, penyampaian informasi kebijakan pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor dinilai masih bersifat insidental dan belum merata. Kondisi tersebut kerap memunculkan perbedaan interpretasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari penyusunan spesifikasi teknis hingga penentuan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

    Melalui SERUAN PBJ, UKPBJ Kabupaten Bogor menghadirkan forum rutin bulanan yang menjadi wadah diseminasi kebijakan, koordinasi lintas perangkat daerah, sekaligus ruang konsultasi interaktif bagi para pelaku pengadaan.

    Secara teknis, program ini mengintegrasikan berbagai platform digital modern untuk memangkas keterbatasan ruang dan waktu. Pelaksanaannya memanfaatkan Zoom Meeting sebagai media hybrid meeting, YouTube Channel untuk publikasi dan dokumentasi siaran ulang, serta Bank Materi Digital berbasis Google Drive yang dapat diakses aparatur secara mandiri kapan saja.

    Arie menjelaskan, materi yang dibahas dalam forum SERUAN PBJ tidak hanya bersifat umum, tetapi dikurasi berdasarkan kebutuhan aktual dan persoalan riil yang dihadapi perangkat daerah di lapangan.

    “Materi akan disesuaikan dengan isu strategis seperti HPS, e-purchasing, hingga pengadaan konstruksi sehingga lebih relevan dengan kebutuhan OPD,” jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, UKPBJ Kabupaten Bogor menerapkan manajemen kerja yang sistematis melalui beberapa tahapan terukur. Tahapan tersebut dimulai dari identifikasi persoalan dan penjaringan isu strategis dari perangkat daerah, penyusunan jadwal tahunan, penentuan tema pembahasan, hingga koordinasi dengan narasumber ahli.

    Selain itu, seluruh infrastruktur digital disiapkan secara menyeluruh, mulai dari tautan ruang pertemuan daring, daftar hadir elektronik, hingga sistem hybrid meeting agar kegiatan berjalan efektif.

    Kegiatan rutin bulanan tersebut diisi dengan pemaparan kebijakan terbaru oleh narasumber kompeten, sesi diskusi kelompok, hingga konsultasi langsung terkait kendala teknis yang dihadapi OPD dalam proses pengadaan barang dan jasa.

    Pasca kegiatan, seluruh bahan tayang dan rekaman kegiatan akan diunggah ke YouTube serta diperbarui pada bank materi digital guna memudahkan aparatur mengakses informasi secara berkelanjutan.

    Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk mengukur tingkat partisipasi peserta, kualitas penyampaian materi, serta efektivitas pelaksanaan hybrid meeting sebagai bahan perbaikan pada kegiatan berikutnya.

    Arie menegaskan, melalui pola kerja yang sistematis tersebut, SERUAN PBJ diharapkan mampu membawa dampak signifikan terhadap tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bogor.

    “Program ini diharapkan dapat mempermudah konsultasi, mempercepat penyampaian informasi kebijakan, meminimalisasi risiko kesalahan administratif, serta mewujudkan pengadaan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.

    Selain memperkuat tata kelola pengadaan, inovasi SERUAN PBJ juga menjadi instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan percepatan transformasi digital birokrasi di daerah.

  • Pemkab Bogor Luncurkan Aplikasi Ngupahan untuk Tekan Food Waste dan Bangun Budaya Hemat Pangan

    Pemkab Bogor Luncurkan Aplikasi Ngupahan untuk Tekan Food Waste dan Bangun Budaya Hemat Pangan

    CIBINONG, BOGOR | detikNews – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) resmi memperkenalkan inovasi digital bernama “Ngupahan”, sebuah sistem berbasis aplikasi yang dirancang untuk menekan food waste sekaligus membangun budaya hemat pangan di masyarakat secara terukur dan berkelanjutan.

    Inovasi “Ngupahan” hadir sebagai solusi konkret atas persoalan pemborosan pangan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bogor. Sistem ini dirancang untuk mengelola sisa makanan, baik yang masih layak konsumsi (edible food waste) maupun yang tidak layak (inedible food waste), melalui pendekatan ekonomi sirkular berbasis digital.

    Melalui platform ini, masyarakat, komunitas, hingga kelembagaan desa terhubung dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Setiap aktivitas pengelolaan pangan dapat tercatat secara sistematis, sehingga mendorong partisipasi aktif sekaligus memberikan edukasi berkelanjutan kepada pengguna.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menegaskan bahwa persoalan utama dalam pengurangan food waste bukan hanya pada sistem, tetapi pada perubahan pola pikir masyarakat.

    “Fokus utama kami adalah membangun budaya. Masyarakat perlu terbiasa untuk tidak boros pangan dan mampu mengelola sisa makanan dengan bijak. Ini menyangkut kesadaran kolektif, bukan sekadar persoalan sampah,” ujarnya.

    Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci dalam mendorong perubahan tersebut. Dengan sistem yang terukur, masyarakat dapat melihat langsung dampak dari setiap tindakan yang dilakukan dalam mengelola pangan.

    “Melalui Ngupahan, masyarakat tidak hanya diajak untuk memilah dan memanfaatkan sisa pangan, tetapi juga mendapatkan edukasi serta insentif yang mendorong perubahan perilaku secara bertahap,” tambahnya.

    Aplikasi Ngupahan dilengkapi dengan sejumlah fitur unggulan yang dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat. Di antaranya adalah Pojok Edukasi sebagai sarana pembelajaran, Piring Berbagi untuk distribusi makanan layak konsumsi, Bank Kompos untuk pengolahan limbah organik, serta Berdikari Mart yang mendorong nilai ekonomi dari hasil pengelolaan tersebut.

    Sebagai tahap awal implementasi, program ini akan diterapkan di dua wilayah, yakni Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri dan Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede. Kedua desa tersebut dipilih sebagai lokasi percontohan dalam membangun sistem pengelolaan pangan berbasis masyarakat dan teknologi.

    Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai inovasi Ngupahan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

    “Kami siap mendukung penuh implementasi program ini. Desa Gunung Putri saat ini juga tengah berbenah untuk menjadi wilayah percontohan. Semoga Ngupahan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola pangan dan lingkungan,” ungkapnya.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan keberhasilan program tersebut. Menurutnya, komitmen bersama menjadi kunci utama dalam membangun perubahan perilaku masyarakat.

    “Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak. Jika dijalankan bersama, kami optimistis budaya hemat pangan dapat terwujud secara nyata,” tambahnya.

    Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap dapat menciptakan kesadaran kolektif bahwa pangan merupakan sumber daya berharga yang tidak boleh disia-siakan. Dengan dukungan teknologi dan keterlibatan aktif masyarakat, Ngupahan diharapkan mampu menjadi model solusi dalam menekan pemborosan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.