Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries, dilaporkan tertular virus corona dan menjalani isolasi secara mandiri.

Dorries menerangkan, Dinas Kesehatan Inggris (PHE) langsung melakukan pelacakan dan kantornya langsung ditutup.

Kemudian di Italia, terjadi lonjakan tinggi di korban kematian.

Dalam 24 jam terakhir pemerintah setempat mengumumkan 168 orang meninggal, dengan total 631 nyawa melayang akibat virus corona di “Negeri Piza”.

Dengan kata lain, dalam sehari terjadi peningkatan 36 persen kasus kematian.

Data dari South China Morning Post (SCMP) menunjukkan sampai hari ini telah terjadi 118.180 total kasus infeksi virus corona di seluruh dunia.

Korban meninggal sebanyak 4.296 pasien (3,63 persen), sedangkan yang pulih 65.754 orang (55,6 persen).

Menteri Kesehatan Inggris Nadine Dorries dilaporkan saat ini tertular virus corona dan menjalani isolasi secara mandiri.

Dalam keterangan resminya, Dorries menuturkan bahwa dia segera mengambil segala langkah pencegahan begitu mendapatkan konfirmasi positif.

Dilansir dari laman detiknews, Selasa (10/3/2020), Dorries menerangkan, Dinas Kesehatan Inggris (PHE) langsung melakukan pelacakan, dan kantornya langsung ditutup.

“Saya ingin berterima kasih kepada PHE dan Dinas Kesehatan Nasional (NHS) yang luar biasa sudah menyediakan nasihat dan dukungan kepada saya,” tuturnya.

Otoritas Italia melaporkan adanya kenaikan tertinggi dalam wabah virus corona sejak “outbreak” dimulai pada Februari lalu.

Total, 631 orang meninggal setelah pemerintah setempat mengumumkan 168 kematian dalam 24 jam terakhir, kenaikan sebesar 36 persen.

Diberitakan AFP Selasa (10/3/2020), angka itu membuat jumlah korban meninggal di luar negara asal China kini mencapai 1.115 orang.

Kemudian Italia juga mengumumkan infeksi harian yang mencapai 877, membuat total kasus penderita virus corona meningkat jadi 10.149.

Dilansir dari Detiknews, angka ini merupakan yang tertinggi sejak “outbreak” terjadi pada 21 Februari. Meski begitu, lebih dari 1.000 orang dinyatakan sembuh.

Seorang dokter di Wuhan, China, menceritakan bagaimana dia dibungkam karena membagikan informasi mengenai virus corona.

Informasi yang diberikan Ai Fen kemudian disebarkan oleh mendiang Li Wenliang, dokter yang dianggap pahlawan karena menyuarakan isu itu pertama kali.

Kepada majalah People, direktur departemen darurat di Rumah Sakit Pusat Wuhan itu mengisahkan dia mengunggah hasil diagnosa di WeChat pada 30 Desember lalu.

Dilansir dari Detiknews Rabu (11/3/2020), wawancara Ai Fen menyiratkan bahwa otoritas kesehatan setempat melewatkan momen untuk merilis peringatan secara dini.

Wawancara itu dilaporkan dirilis pada Selasa (10/3/2020). Namun dihapus dari WeChat, memantik kemarahan netizen yang mengunggah ulang publikasinya.

Kasus infeksi virus corona di Amerika Serikat (AS) pada Rabu menembus 1.000 kasus, menurut laporan dari The Washington Post.

Data dari Johns Hopkins University, dari tepatnya 1.025 kasus tersebut terjadi 23 kematian.

Sementara itu The Washington Post merinci lima kematian terbaru terdiri dari dua korban di Washington DC, dan masing-masing satu di California, New Jersey, dan South Dakota.

Kemudian 19 negara bagian melaporkan keadaan darurat terkait virus corona karena penambahan kasus yang cepat.

Pada Selasa (10/3/2020) yang melaporkan adalah Colorado, North Carolina, dan Michigan.

Seorang pria di Jepang yang positif terinfeksi virus corona dilaporkan pergi ke bank, dan berusaha menularkannya ke orang lain.

Si pasien yang tidak menunjukkan gejala itu dites positif di Gamagori Rabu pekan lalu (4/3/2020), setelah orangtuanya juga tertular.

Setelah resmi terkena virus corona, pria yang tak disebutkan identitasnya itu seharusnya menunggu di rumah sampai tim medis mendapatkan kamar untuknya di rumah sakit.

Namun dilansir Tokyo Reporter Minggu (8/3/2020), pria yang disebut berumur sekitar 50-an itu memutuskan keluar dan menumpang taksi.

Dia pergi menuju Izakaya (bar informal di Jepang). “Saya akan menyebarkan virus ini!” seru si pria kepada salah satu keluarganya.