Sembilan orang telah dipastikan tewas di tujuh desa di Kabupaten Kaur di Bengkulu setelah jembatan gantung di desa Bungin Tambun III di kabupaten itu ambruk pada Minggu sore karena banjir bandang yang menerjang daerah tersebut.

Terlepas dari korban, tim pencarian dan penyelamatan lokal juga mencatat bahwa warga setempat yang diidentifikasi sebagai Ipan masih belum ditemukan.

“Kami meluncurkan tim untuk misi pencarian dan penyelamatan hari ini dan besok untuk mencari orang yang hilang. Kami akan mencarinya di mulut sungai, “kata Kepala Badan Penyelamat dan Pencarian Bengkulu Abdul Malik kepada The Jakarta Post pada hari Senin.

Dia menambahkan bahwa jembatan yang runtuh mungkin bukan satu-satunya penyebab kematian tetapi juga sungai yang mengalir deras. Beberapa juga disalin terkena batu dan material lainnya di dalam air.

Kepala Badan Mitigasi Bencana Kaur Ujang Safiri mengatakan pihak berwenang mencurigai bahwa jembatan itu runtuh karena mengangkut muatan berat. Badan itu memperkirakan sekitar 30 orang berada di jembatan ketika kolaps.

“Menurut informasi yang kami peroleh, mereka menghabiskan waktu luang mereka di jembatan pada saat kejadian. Beberapa dari mereka adalah siswa SMP dan SMA, ”kata Ujang.

Menurut pernyataan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 17 orang lainnya selamat dari insiden tersebut. Sebuah badan mitigasi bencana setempat telah mendirikan pos penyelamatan di lokasi tersebut.

Badan itu mengatakan banjir bandang disebabkan oleh cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan. Pihak berwenang masih memperkirakan kerugian finansial yang disebabkan oleh insiden tersebut.