KPK bongkar kasus suap Rolls-Royce yang melibatkan mantan bos Garuda

Pokerqq

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu menyelesaikan penyelidikannya terhadap mantan Presiden Direktur Garuda Indonesia Emirsyah Satar, tersangka pencucian uang dan penyuapan terkait dengan Pengadaan Sparepart pesawat.

Selain dari Emirsyah, KPK juga menyelesaikan penyelidikan terhadap tersangka lain, mantan direktur utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo, yang juga ditunjuk sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan kepada wartawan bahwa investigasi telah mencapai kesimpulannya dua tahun dan 11 bulan setelah badan antigraft mengeluarkan sprindik (surat yang memerintahkan dimulainya penyelidikan).

“Hari ini [Rabu] penyidik ​​menyerahkan tersangka ESA dan SS dan bukti kepada jaksa,” kata Febri, menambahkan bahwa persidangan akan segera Digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Selama penyelidikan, penyelidik menemukan sejumlah kontrak pembelian pesawat dan suku cadang bernilai miliaran dolar AS antara Garuda dan berbagai perusahaan, termasuk Rolls-Royce, Airbus dan Bombardier.

“Kami juga menemukan lebih banyak uang haram mengalir ke beberapa pejabat di Garuda Indonesia senilai sekitar Rp 100 miliar [US $ 7,1 juta], lebih dari kecurigaan awal kami sebesar Rp 20 miliar,” kata juru bicara itu.

Badan antigraft mengatakan pihaknya mencurigai Emirsyah menerima suap dari Soetikno yang terdiri dari 1,2 juta euro dan $ 180.000, setara dengan Rp 20 miliar. Suap itu diyakini terkait dengan pengadaan suku cadang mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus selama masa jabatan Emirsyah sebagai presiden direktur.

Penyelidik kemudian menemukan bukti untuk menuduh kedua tersangka melakukan pencucian uang. KPK menuduh Soetikno mentransfer uang gelap ke Emirsyah untuk membeli rumah di daerah kelas atas Pondok Indah di Jakarta Selatan, serta sebuah apartemen di Singapura.

Kedua tersangka telah ditahan oleh badan antigraft sejak Agustus.

Pokerqq

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*