Satuan Tugas Kota Surabaya untuk Percepatan Penanganan COVID-19 meminta masyarakat untuk tidak menghindari keluarga karyawan PT HM Sampoerna yang telah dinyatakan positif COVID-19 dan telah diisolasi di sebuah hotel dan rumah sakit.

Setidaknya 37 karyawan pembuat rokok terinfeksi COVID-19 berdasarkan tes usap, Wakil Sekretaris satuan tugas Eddy Christijanto mengatakan di sini pada hari Minggu.

Beberapa karyawan diisolasi di sebuah hotel dan beberapa lainnya dirawat di dua rumah sakit rujukan di Surabaya.

“Kami telah mengatakan kepada para pemimpin di masyarakat untuk mencegah keluarga-keluarga ini dijauhi. Karena apa yang terjadi sekarang, jika satu individu dipastikan positif untuk COVID-19, seluruh keluarga akan dijauhi,” tambahnya.

Gugus tugas telah mengerahkan timnya di 14 desa untuk memantau kondisi kesehatan karyawan dan keluarga mereka.

Pemerintah kota juga telah meminta perusahaan untuk memberikan dukungan kepada keluarga karyawan mereka yang memaksakan isolasi diri di rumah mereka.

“Itulah yang bisa kami lakukan sejauh ini. Setelah kami mendapatkan informasi dari tim penelusuran, kami segera mengambil langkah antisipatif. Kami menutup (pabrik) dan memaksakan isolasi 14 hari,” katanya.

Sebelumnya, dua karyawan perusahaan yang dites positif terkena virus corona, meninggal setelah dirawat di rumah sakit.

Setelah kematian kedua karyawan, gugus tugas melakukan tes cepat pada 500 karyawannya, 98 di antaranya menunjukkan positif untuk tes COVID-19.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan perusahaan telah memutuskan untuk menghentikan sementara operasi di pabrik Rungkut 2 sejak 27 April 2020 hingga pemberitahuan lebih lanjut untuk pembersihan dan sanitasi dalam.

“Kami percaya ini adalah langkah yang tepat untuk diambil mengingat beberapa karyawan kami telah terinfeksi COVID-19,” katanya.

Selanjutnya, sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya, perusahaan juga telah menerapkan protokol yang direkomendasikan seperti melakukan pelacakan kontak, meminta karyawan untuk melakukan karantina sendiri, melakukan tes COVID-19, dan berkolaborasi dengan rumah sakit setempat.

Itu akan mempertahankan produk setidaknya lima hari dari pembuatan sampai mencapai konsumen, katanya.

Perusahaan akan memungkinkan cuti yang dibayar untuk karyawan yang terkena dampak, karyawan yang perlu melakukan karantina sendiri; dan karyawan yang perlu merawat anggota rumah tangga mereka yang telah tertular virus